Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Rusia Tahan 8 Tersangka Terkait Ledakan Jembatan Krimea

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Rusia menahan delapan tersangka atas ledakan besar yang baru-baru ini menargetkan sebuah jembatan yang menghubungkan daratan Rusia ke Semenanjung Krimea.

Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu bahwa mereka telah menangkap lima orang Rusia, tiga orang Ukraina, dan satu orang Armenia karena diduga terlibat dalam ledakan itu, Interfax melaporkan.

FSB menuduh Dinas Intelijen Militer Ukraina dan Direkturnya, Kyrylo Budanov mengorganisasi serangan itu, dengan agen Kiev mengoordinasikan transit bahan peledak.

Menurut penyelidikan FSB, serangan itu dilakukan oleh truk kargo terdaftar Georgia yang telah diiisi dengan bahan peledak.

Bahan peledak itu disembunyikan dalam 22 gulungan film plastik, kata Dinas tersebut, seraya menambahkan bahwa mereka meninggalkan pelabuhan Odesa di Ukraina pada Agustus dan transit melalui Bulgaria, Georgia, dan Armenia sebelum memasuki Rusia.

Dua belas orang juga diidentifikasi sebagai kaki tangan, kantor berita TASS melaporkan.

Jubir Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Andriy Yusov menolak tuduhan itu sebagai “omong kosong”, dengan mengatakan bahwa Kiev pasti tidak akan mengomentari pernyataan oleh FSB, yang menurutnya adalah “struktur palsu” yang melayani Pemerintah Rusia.

Pada Sabtu, sebuah bom truk meledak di Jembatan Selat Kerch, yang menghubungkan jalan raya dan jalur kereta api antara Federasi Rusia dan Krimea.

Bom itu membakar tujuh kapal tanker minyak yang sedang diangkut dengan kereta api ke Krimea, memicu kebakaran besar dan menewaskan tiga orang. Rekaman dramatis menunjukkan kepulan asap besar mengepul dari lokasi kejadian, sementara bagian dari jembatan terlihat runtuh ke laut.

Jembatan, yang dibangun atas perintah Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah diresmikan pada 2018, empat tahun setelah Krimea memilih dalam referendum untuk menjadi bagian dari Rusia.

Putin menyebut ledakan itu “tindakan teroris” yang dilakukan oleh Dinas Rahasia Ukraina yang bertujuan menghancurkan infrastruktur sipil vital Rusia.

Pada Senin, militer Rusia menyerang Kiev dan kota-kota Ukraina lainnya, dengan peringatan Putin tentang tanggapan “keras” jika terjadi serangan lebih lanjut seperti yang terjadi di Jembatan Krimea.

Pejabat polisi Kiev mengatakan ledakan itu menyebabkan setidaknya lima kematian dan 12 cedera di sana, tetapi tidak ada rincian tentang penyebab di kota-kota lain, termasuk Lviv, Zhytomyr, Khmelnitsky, Dnipro, dan Ternopil.

Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas pengeboman jembatan tersebut. Namun Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak mengatakan pemboman itu adalah “awal”.

Ukraina mengatakan jembatan itu berfungsi sebagai penghubung transportasi utama untuk membawa peralatan militer ke tentara Rusia yang bertempur di Ukraina, terutama di selatan.