Sekitar 200-an Korban Tewas dan Terluka dalam Serangan Terbaru Israel ke Lebanon
POROS PERLAWANAN – Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa dalam satu tahun terakhir, hampir 16.000 orang menjadi korban tewas dan terluka akibat serangan Israel ke wilayah Lebanon.
Pada Kamis dini hari 31 Oktober, Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa dalam 24 jam terakhir, serangan yang dilakukan oleh pasukan Israel di berbagai wilayah Lebanon mengakibatkan 30 orang tewas dan 165 lainnya terluka. Serangan ini memicu ketegangan yang semakin meningkat di kawasan tersebut, dengan Lebanon melaporkan jumlah korban yang terus bertambah akibat agresi Israel.
Dalam laporan yang dikutip oleh jaringan berita Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa sejak awal agresi udara Israel pada 8 Oktober tahun lalu, total korban telah meningkat menjadi 2.822 orang tewas dan 12.937 orang terluka. Angka ini menunjukkan dampak besar dari serangan yang berlangsung terus-menerus terhadap warga sipil Lebanon, yang kerap menjadi target utama dalam serangan tersebut.
Pemerintah Lebanon mengecam keras serangan yang dianggap brutal ini, menuding Israel melakukan tindakan biadab yang melanggar hukum internasional. Banyak fasilitas sipil, termasuk rumah sakit dan sekolah, ikut terdampak oleh serangan ini, memicu keprihatinan dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional.
Lebanon menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah segera guna menghentikan kekerasan ini dan melindungi penduduk sipil. Seruan ini, menurut pihak Lebanon, mencerminkan harapan agar dunia internasional dapat membantu mengakhiri penderitaan warga sipil yang terus-menerus menjadi korban kebrutalan berkepanjangan Israel di Timur Tengah.
