Loading

Ketik untuk mencari

Iran Lebanon

Wakil Hizbullah di Iran: ‘Ketulusan di Hadapan Wali Faqih’ adalah Karakteristik Terpenting Syahid Nasrallah dan Syahid Shafiudin

Wakil Hizbullah di Iran: Karakteristik Terpenting Syahid Nasrallah dan Syahid Shafiudin adalah Ketulusan di Hadapan Wali Faqih

POROS PERLAWANAN- Dalam seremoni penghormatan untuk Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Syahid Hashem Shafiudin, Wakil Kantor Hizbullah di Iran, Sayyid Abdulah Shafiudin mengapresiasi dukungan rakyat Iran untuk bangsa Palestina, Lebanon, dan Front Perlawanan.

“Kami berterima kasih atas kebaikan dan dukungan rakyat Iran untuk bangsa Palestina, Lebanon, dan Front Perlawanan. Segala yang kami miliki di Front Perlawanan adalah berkat jasa Imam Ali Khamenei dan bangsa Iran,” kata Abdullah, ISNA melaporkan.

“Dengan izin Allah, kami akan menjaga nilai cinta dan dukungan di jalur perlawanan hingga hancurnya Rezim Zionis.”

“Syahid Shafiudin adalah figur tulus, saudara terbaik, dan pecinta Wilayat Faqih. Apa yang dimiliki oleh Syahid Shafiudin dan bisa ditransfer olehnya kepada komunitas Perlawanan adalah memahamkan Wilayat Faqih secara akurat dan baik.”

“Syahid Muhammad Baqir Sadr adalah guru Syahid Nasrallah. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, beliau mengajari Sayyid Nasrallah agar selalu berkomitmen dalam satu hal, yaitu ‘melebur dalam kepribadian Pemimpin Muslimin, Imam Khomeini r.a.’ Anda semua melihat bagaimana Sayyid Nasrallah, berkat ajaran dari gurunya ini, telah melebur dalam Wilayat Faqih.”

“Di hadapan Wali Faqih, Sayyid Nasrallah merasa bukan apa-apa. Padahal dia memiliki kekuatan dan pengaruh besar di tengah komunitasnya dan Front Perlawanan. Ketika menyimak pidato-pidato Imam Khamenei, Sayyid Nasrallah langsung memahami apa yang dimaksud beliau.”

Adik Syahid Shafiudin itu menambahkan,”Pesan Syahid Nasrallah dan Syahid Shafiudin adalah ketulusan dan keikhlasan mereka di hadapan Wilayat Faqih. Siapa pun yang mencari keselamatan, ingin sampai kepada Allah, dan meraih kemuliaan dunia-akhirat, maka dia harus berpegang dengan Wilayat Faqih dan menganggap dirinya bukan apa-apa di hadapannya.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *