Israel Terpaksa Gunakan Cara Primitif Demi Lacak Drone-drone Hizbullah
POROS PERLAWANAN-Dikutip Mehr dari al-Jazeera, Militer Israel menghadapi masalah besar dalam melacak serta mencegat drone-drone Perlawanan.
Menurut laporan televisi Israel, Militer Rezim Zionis terpaksa menggunakan cara primitif untuk melacak drone-drone yang diluncurkan Hizbullah.
Televisi Israel memberitakan, sejumlah serdadu Zionis ditempatkan di titik-titik pemeriksaaan dan pengawasan di sepanjang perbatasan Tanah Pendudukan dan Lebanon. Tujuannya adalah agar mereka segera memberi peringatan ketika melihat drone-drone diluncurkan dari arah Lebanon.
Sementara itu, mantan Kepala Staf Umum Militer Israel, Gadi Eizenkot mengkritik keras kinerja PM Benyamin Netanyahu.
“Alih-alih memahami ancaman yang dihadapi Israel, Netanyahu justru praktis membarengi strategi Iran untuk menguras energi Israel hingga kehancurannya,” kata Eizenkot.
Eizenkot berkata bahwa Netanyahu membawa Israel menuju kebinasaan.
Sebelum ini, pemimpin kubu oposisi Israel, Yair Lapid kembali melayangkan kritik terhadap Kabinet Benyamin Netanyahu.
“Kita berperang untuk membela diri. Tapi para tawanan masih berada dalam terowongan. Para pemukim kawasan utara juga masih terusir dari rumah-rumah mereka,” kata Lapid.
“Tak ada satu pun perubahan positif yang dilakukan Kabinet Netanyahu. Kabinet ini tidak membuat satu pun kesepakatan untuk membebaskan para sandera.”
“Kabinet saat ini tidak banyak mendapat dukungan rakyat. Kabinet ini harus mundur.”
Mantan PM Israel ini menyatakan,”Kabinet sekarang telah membuat Israel lemah begitu rupa; sesuatu yang tidak pernah dilakukan Kabinet-kabinet sebelumnya.”
Mantan PM Israel, Ehud Olmert pada Selasa malam 29 Oktober menyatakan,”Iran, Hizbullah, dan Hamas bukan musuh kami. Musuh kami adalah Netanyahu dan para ekstremis Israel.”
“Saya prihatin Netanyahu mengandalkan orang-orang ekstremis. Dia menutup mata dari tindakan-tindakan mereka yang tak bisa dibenarkan,” kata Olmert dalam wawancara dengan CNN.
