Imbas Skandal Besar Keamanan, Sejumlah Penasihat Netanyahu Ditangkap
POROS PERLAWANAN– Beberapa media Israel, termasuk Times of Israel, memberitakan investigasi gabungan Shin Bet, Polisi Israel, dan Militer terkait kebocoran informasi rahasia dari kantor PM Benyamin Netanyahu.
Diberitakan Fars, media-media melaporkan bahwa investigasi ini sudah dimulai sejak beberapa pekan silam. Namun seorang hakim baru hari Jumat 2 November ini mencabut larangan publikasi berita tersebut.
Menurut Times of Israel, para petinggi Rezim Zionis meyakini bahwa bocornya informasi ini menyebabkan Tel Aviv kesulitan mewujudkan tujuan-tujuan perangnya di Gaza.
Setelah tersiarnya kabar tersebut, kantor Netanyahu dalam statemennya mengeklaim, PM Israel memiliki beberapa asisten yang bekerja untuknya. Namun mereka tidak dipekerjakan secara resmi oleh kantornya.
Berdasarkan laporan Kanal 12 Israel, salah satu asisten Netanyahu, yang menjadi tersangka utama dalam kasus ini, marah lantaran kantornya mengeklaim bahwa orang-orang yang ditangkap tidak bekerja untuk PM Israel.
Dalam wawancara dengan Kanal 12, tersangka utama itu mengaku dia bekerja untuk Netanyahu selama satu setengah tahun terakhir sebagai konsultannya. Dia menyatakan telah “menghibahkan seluruh hidupnya untuk PM Israel dan siap membahayakan nyawanya demi Netanyahu.”
“Skandal ini muncul secara tiba-tiba. Namun Netanyahu menyingkirkan saya dan berbohong bahwa saya tidak bekerja untuknya. Saya bukan hanya bekerja untuk Netanyahu, tapi saya berada setiap hari di kantornya. Saya hadir dalam rapat-rapat keamanan dan ikut pergi ke sana ke mari bersama rombongan Perdana Menteri,” kata tersangka utama tersebut.
Kanal 12 mengumumkan, kendati kantor Netanyahu menyangkal, namun ada gambar-gambar yang menunjukkan kehadiran konsultan PM Israel itu di rapat-rapat keamanan.
