Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Ruang Operasi Perlawanan Islam Lebanon Rilis Pencapaian Lapangan dengan Tingkat Kerugian Musuh yang ‘Mencengangkan’

Di Tengah Meningkatnya Eskalasi Serangan, Hizbullah Ultimatum Netanyahu: ‘Besi Dibalas Besi, Darah Dibalas Darah’

POROS PERLAWANAN – Ruang Operasi Perlawanan Islam di Lebanon melaporkan data terbaru mengenai konfrontasi dengan Israel, mencatat angka korban dan kerugian peralatan militer yang dialami tentara Israel sejak dimulainya invasi darat.

Menurut laporan yang dirilis pada Kamis malam 1 November oleh Al Mayadeen, Kelompok Perlawanan ini menyebut bahwa tentara Pendudukan Israel mengalami kerugian besar dalam peralatan dan personel. Sejak invasi dimulai, setidaknya 95 tentara Israel dilaporkan tewas, sementara 900 lainnya terluka.

Data Kerugian Israel

Perlawanan Islam merinci berbagai kerugian militer yang ditimbulkan, meliputi:

– 95 korban tewas dan 900 tentara terluka.

– 42 tank Merkava, 4 buldoser militer, 2 kendaraan Hummer, 1 kendaraan lapis baja, dan 1 pengangkut personel dihancurkan.

– Tiga drone Hormuz 450 dan dua Hormuz 900 ditembak jatuh.

Laporan tersebut tidak mencakup kerugian yang dialami Israel di pangkalan, barak, serta permukiman yang berada jauh di dalam wilayah Palestina Pendudukan.

Pasokan Senjata Berlanjut

Ruang Operasi menegaskan bahwa pasokan senjata ke garis depan terus berlangsung tanpa gangguan, meski Israel melakukan serangan pengawasan intensif di wilayah selatan. Jalur logistik tetap aktif sesuai rencana yang telah dipersiapkan, dengan pejuang Perlawanan berhasil menempatkan dan meluncurkan ratusan proyektil setiap hari ke target musuh. Serangan ini, yang didokumentasikan oleh media militer, tetap tidak bisa digagalkan oleh Israel.

Lima Sumbu Konfrontasi

Laporan tersebut menjabarkan rincian konfrontasi yang terjadi di lima sumbu pertempuran utama:

1. Sumbu Pertama – Wilayah operasi Divisi 146 Israel, dari Naqoura di barat hingga Marwahin di timur. Pasukan infanteri Israel, yang bergerak di bawah perlindungan udara dan artileri, berusaha menyusup ke wilayah Shihin dan Al-Jebain, namun ditahan dan dipaksa mundur oleh pejuang Perlawanan.

2. Sumbu Kedua – Wilayah operasi Divisi 36, dari Ramia hingga Rmeish. Pasukan musuh terus mencoba menerobos kota Aita al-Shaab dan Aitaroun, meski menghadapi perlawanan sengit.

3. Sumbu Ketiga – Wilayah operasi Divisi 91, dari Blida hingga Houla. Pasukan Israel menjaga posisi di sekitar Blida dan Mays al-Jabal, tetapi gagal melakukan upaya kemajuan baru setelah serangan sebelumnya yang menyebabkan kerugian besar.

4. Sumbu Keempat – Wilayah operasi Divisi 98, dari Markaba hingga Ghajar. Pasukan infanteri Israel yang mencoba maju ke Kafr Kila dihadang pejuang Perlawanan dengan senjata berat, memaksa musuh mengevakuasi korban di bawah serangan artileri.

5. Sumbu Kelima – Wilayah operasi Divisi 210, dari Ghajar hingga Peternakan Shebaa. Pasukan musuh berusaha maju ke Kafr Shuba dan Shebaa, tetapi terhambat oleh kebakaran hutan yang sengaja mereka buat untuk mengurangi ancaman dari pejuang Perlawanan.

Serangan Rudal dan Operasi Udara

Sejak 17 September 2024, kekuatan rudal Perlawanan Islam telah meluncurkan 655 serangan, dengan 63 di antaranya dalam tiga hari terakhir, menyasar target hingga kedalaman 105 km ke arah utara Tel Aviv. Sementara itu, Unit Udara melakukan 76 operasi dengan lebih dari 170 drone, termasuk serangan hingga kedalaman 145 km.

Pertahanan Udara

Unit Pertahanan Udara Perlawanan Islam telah melakukan 20 kali peluncuran rudal permukaan-ke-udara sejak 17 September, menargetkan pesawat Israel di wilayah udara Lebanon selatan, dengan 4 operasi dalam tiga hari terakhir.

Laporan ini mencerminkan intensitas konfrontasi yang terus meningkat di perbatasan Lebanon-Palestina, di tengah upaya Perlawanan untuk menahan agresi Israel dan mempertahankan wilayah mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *