Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Brigjen Soleimani Tekankan Soal Momentum Titik Balik Perjuangan Dunia Islam Melawan Zionisme

Brigjen Soleimani Tekankan Soal Momentum Titik Balik Perjuangan Dunia Islam Melawan Zionisme

POROS PERLAWANAN – Kepala Organisasi Basij Mustadhafin, Brigjen Gholamreza Soleimani menyatakan bahwa dunia Islam telah memasuki titik balik sejarah baru. Ia menekankan pentingnya Operasi Badai Al-Aqsa dalam menunjukkan kelemahan rezim Zionis yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

Dikutip dari Kantor Berita Fars News, pada Jumat sore 1 November, melaporkan bahwa, tadi pagi dalam latihan militer “Rahian Quds” yang diadakan di Stadion Syuhada, Kota Sari, provinsi Mazandaran dengan berkapasitas 15.000 orang, Brigjen Soleimani menyatakan bahwa ketidakmampuan rezim Zionis menghadapi Operasi Badai Al-Aqsa semakin terbukti. “Titik balik ini sangat penting dan tidak boleh diremehkan,” tegasnya.

Brigjen Soleimani menambahkan bahwa rezim Zionis yang menduduki tanah Palestina tidak memiliki legitimasi hukum maupun politik, dan tindakan mereka sangat dikecam. Ia menjelaskan bahwa rezim ini berupaya menghancurkan dan melakukan genosida terhadap umat Muslim Palestina. Namun selama lebih dari setahun terakhir, rezim Zionis mengalami tantangan besar dan belum berhasil mengatasinya.

“Kini, kondisi menjadi semakin sulit bagi rezim Zionis. Dengan ketidakmampuannya menghadapi Operasi Badai Al-Aqsa, rezim ini semakin dekat dengan kehancuran serius,” ujarnya sembari menambahkan bahwa saat ini strategi baru telah diterapkan untuk melawan rezim Zionis, dan Organisasi Basij yakin akan dukungan dari bangsa-bangsa merdeka di seluruh dunia hingga mencapai kemenangan.

Brigjen Soleimani lebih lanjut menegaskan bahwa kejadian-kejadian ini merupakan momentum sejarah yang sangat penting bagi dunia Islam. “Kita harus memanfaatkan momen bersejarah ini untuk menyelamatkan Al-Quds yang mulia,” katanya.

Ia juga menyoroti upaya terus-menerus untuk meraih kemenangan akhir bagi tanah Islam, menekankan, seluruh bangsa yang merdeka di dunia mendukung barisan Perlawanan. “Entitas Zionis, dengan bantuan kekuatan negara-negara Eropa, telah menduduki Baitul Maqdis dan berupaya menguasai negara-negara Islam lainnya,” ungkapnya.

Brigjen Soleimani menjelaskan bahwa rezim Zionis telah menduduki tanah yang 95 persen penduduknya adalah Muslim dan selama 105 tahun sejak 1917 telah melakukan pembantaian di kawasan tersebut.

“Operasi Badai Al-Aqsa membuat rezim Zionis melihat keberadaannya yang kotor tengah di ambang kehancuran,” tambahnya. “Saat ini, mereka menghadapi situasi yang sangat sulit dan menggunakan kejahatan untuk mempertahankan eksistensi mereka.”

Ia memaparkan kejahatan rezim Zionis di Gaza dan Lebanon, menyebutkan syahidnya Sayyid Hasan Nasrallah dan para komandan yang syahid lainnya dari Iran. “Masyarakat Mazandaran, khususnya anggota Basij, tahu bahwa darah suci para syuhada kita selalu menghasilkan kemenangan, dan pohon kemenangan tumbuh dari darah murni ini,” ujarnya. “Darah suci para syuhada akan mempersembahkan kemenangan terakhir untuk tanah Islam, dan waktu kemenangan ini sudah sangat dekat.”

Kepala Organisasi Basij menyoroti peran Basij di Iran yang telah menyiapkan batalion “Menuju Baitul Maqdis” sejak lama. “Kebebasan Baitul Maqdis telah menjadi tujuan para anggota Basij, dan latihan militer ini, yang diikuti oleh para pemuda pemberani di kota Sari, Provinsi Mazandaran, menunjukkan kekuatan dan semangat mereka,” jelasnya.

Brigjen Soleimani menambahkan bahwa bangsa Iran masih memiliki kapasitas besar yang belum digunakan sepenuhnya untuk melawan musuh Zionis.

“Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam telah menegaskan bahwa kaum Zionis telah melakukan kesalahan perhitungan yang besar,” katanya. “Hari ini, bangsa-bangsa merdeka di seluruh dunia, baik di Timur maupun Barat, berdiri membela hak-hak umat Muslim dan mendukung barisan Perlawanan, sebuah gerakan revolusi rakyat yang global.”

Sebagai penutup, ia menyampaikan bahwa dukungan dari masyarakat bebas di universitas dan organisasi internasional memperkuat semangat barisan Perlawanan. “Kebebasan Palestina kini menjadi tuntutan global, dengan dukungan dari berbagai bangsa untuk membela hak-hak rakyat Palestina,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *