Kharrazi kepada Al-Mayadeen: Iran Pasti Akan Merespons Tindakan Jahat Israel
POROS PERLAWANAN – Ketua Dewan Strategi Hubungan Luar Negeri Iran, Kamal Kharrazi menyatakan bahwa Iran tidak akan lagi mempertimbangkan kepentingan Eropa, akan mengubah doktrin militernya jika diperlukan, dan kini memiliki kemampuan untuk membuat senjata nuklir. Dia menegaskan bahwa Iran akan menanggapi Israel.
Diplomat dan politikus veteran Iran ini dalam sebuah wawancara dengan saluran berita Al-Mayadeen Lebanon, menegaskan bahwa Republik Islam Iran akan merespons tindakan jahat rezim Zionis baru-baru ini. Dia juga mengatakan bahwa jika Iran menghadapi ancaman eksistensial, maka Iran akan mengubah doktrin militernya terkait produksi senjata nuklir. Apalagi saat ini Republik Islam memang memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata tersebut.
Kharrazi mengkritik negara-negara Eropa dan menyebut bahwa Iran selama bertahun-tahun telah mempertimbangkan kekhawatiran Eropa terkait jarak jangkauan rudal Iran. Namun, mengingat mereka tidak memperhatikan kepekaan dan kepentingan integrasi serta kedaulatan wilayah Iran, maka tidak ada alasan bagi Iran untuk memahami kekhawatiran mereka. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa Iran akan memperluas dan meningkatkan jangkauan rudalnya.
Kharrazi, dalam menanggapi pertanyaan pertama tentang “serangan Israel ke [wilayah] Iran… dan perbandingan dengan operasi Janji Setia-2”, mengatakan, “Apa yang dilakukan Israel sebagai respons terhadap serangan rudal kami sangat kecil. Tentunya, pertahanan udara menjadi salah satu faktor yang menahan mereka, dan ini menyebabkan banyak penentangan di Israel karena mereka memiliki harapan yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, sangat jelas bahwa apa yang mereka lakukan tidak sebanding.”
Iran Pasti Akan Menanggapi Kejahatan Israel
Saluran Al-Mayadeen menyinggung pernyataan Pemimpin Revolusi tentang kesalahan perhitungan Israel dan bahwa pihak berwenang sedang mempertimbangkan cara merespons. Mereka bertanya, “Apakah Iran sedang bersiap untuk Janji Setia-3?” Kharrazi menjawab, “Tentu saja, Iran akan menanggapi pada waktu yang tepat dengan cara yang sesuai. Mengenai kesalahan perhitungan Israel, harus saya katakan bahwa sejak awal mereka salah menghitung. Mereka mengira dengan menyerang Gaza, mereka bisa menghancurkan Hamas. Mereka berpikir dengan menyerang Lebanon, mereka bisa mengalahkan Hizbullah. Mereka juga berpikir bahwa dengan membunuh para pemimpin Hamas dan Hizbullah, gerakan rakyat ini akan mereda. Itu adalah perhitungan yang salah, dan banyak orang di Israel juga mengakui kesalahan itu. Pemikiran dan semangat kebebasan tidak dapat dihancurkan dengan tindakan militer; ini adalah pengalaman manusia. Oleh karena itu, Hamas dan Hizbullah akan terus bertahan dengan kuat, sebagaimana yang Anda lihat sekarang. Meskipun pemimpin Hizbullah menjadi syahid, Hizbullah tetap berdiri kokoh. Baru-baru ini, penggantinya terpilih, yaitu Syekh Naim Qasim, yang telah bekerja di Hizbullah selama 30 tahun dan sangat memahami seluk-beluknya. Di bawah kepemimpinan beliau, Hizbullah pasti akan melanjutkan misinya dengan kuat.”
Kini Iran Punya Kemampuan Membuat Senjata Nuklir
Al-Mayadeen kemudian meminta Kharrazi menjelaskan posisinya tentang doktrin militer Iran terkait senjata nuklir, mengingat ia orang pertama yang berbicara tentang perubahan doktrin nuklir jika ada ancaman terhadap Iran. Kharrazi menanggapi, “Kebijakan itu masih berlaku. Apa yang saya katakan—bahwa jika ada ancaman eksistensial, Republik Islam Iran akan mengubah doktrin militernya—masih tetap berlaku. Saat ini, kami memiliki kemampuan yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir. Kami tidak memiliki masalah, hanya fatwa Pemimpin Tertinggi yang melarangnya untuk sementara.”
Tidak Lagi Mempertimbangkan Kepentingan Eropa
Terkait kekuatan rudal Iran, Kharrazi berkata: “Dari segi peluncuran dan rudal yang dapat mengirimkan senjata ke titik-titik tertentu, kekuatan rudal kami sudah terbukti dan diakui oleh semua pihak. Dalam operasi Janji Setia, ini sudah terbukti. Masalahnya adalah jangkauan rudal, yang sejauh ini telah mempertimbangkan kekhawatiran negara-negara Barat dan Eropa. Namun, ketika mereka tidak memperhatikan kepentingan kami, terutama soal kedaulatan teritorial Republik Islam Iran, maka tidak ada alasan bagi kami untuk mempertimbangkan kekhawatiran mereka. Oleh karena itu, ada kemungkinan jangkauan rudal Iran akan ditingkatkan lebih jauh.”
Selanjutnya, Al-Mayadeen bertanya tentang fase pencegahan dan kemungkinan perang. Kharrazi menjawab, “Kami siap untuk perang, meskipun kami tidak menginginkan perang meluas. Dengan serangan yang kami lakukan terhadap Israel, kami telah membuktikan pencegahan kami. Maka, semuanya bergantung pada Israel. Jika mereka ingin melanjutkan, kami tentu saja akan merespons.”
