Serangan Kualitatif Hizbullah Sasar Pangkalan Militer Strategis dan Markas Intelijen Israel
POROS PERLAWANAN – Perlawanan Islam Lebanon, Hizbullah, terus meningkatkan serangannya terhadap basis militer dan pasukan Israel di wilayah utara Palestina Pendudukan, bahkan hingga ke dalam jantung Israel. Serangan ini merupakan bagian dari respons terhadap upaya infiltrasi Israel di perbatasan selatan Lebanon.
Dalam rangkaian operasi yang dinamai “Operasi Khaibar”, Hizbullah melancarkan serangan udara pada Sabtu 2 November. Tepat pukul 11:15 waktu setempat, satu skuadron drone penyerang dikerahkan ke pangkalan udara Palmachim di selatan Tel Aviv dengan seruan, “Atas perintah Anda, wahai Nasrallah!” dan serangan itu diklaim mencapai sasarannya dengan presisi.
Pentingnya Pangkalan Palmachim
Palmachim adalah fasilitas militer strategis Israel yang dilengkapi dengan pusat penelitian dan radar untuk sistem pertahanan canggih Hitez. Berdasarkan laporan dari situs keamanan global NTI, pangkalan ini didirikan pada 1970-an dan berfungsi sebagai lokasi uji coba utama bagi rudal balistik Jericho 2 dan sistem pertahanan rudal Arrow 2. Operasi misil di pangkalan ini diklasifikasikan sebagai “sangat rahasia” dan letaknya hanya satu kilometer dari Jalan Raya 4 serta kota Yavneh.
Target Lainnya
Selain Palmachim, Hizbullah juga menyerang sejumlah target militer lainnya. Pada pukul 11:05, pangkalan industri militer Zovulon di utara Haifa dihantam dengan rudal presisi dengan seruan, “Labbaika, wahai Nasrallah!”
Serangan kedua ke Zovulon terjadi pukul 12:45, masih dalam rangkaian “Operasi Khaibar”.
Pada Sabtu malam pukul 20:00, serangan udara dengan skuadron drone penyerang dilancarkan ke pangkalan dan bandara militer Ramat David, juga mencapai target dengan akurat, dalam semangat “Labbaika, wahai Nasrallah!”
Serangan ke Markas Intelijen
Lebih awal pada hari yang sama, pukul 7:45 pagi, Hizbullah meluncurkan serangan ke markas “Glilot” Unit Intelijen Militer 8200 di pinggiran Tel Aviv, menargetkan fasilitas itu dengan drone serbu sebagai bagian dari “Operasi Khaibar”. Serangan lanjutan ke Glilot terjadi pukul 2:30 siang dengan peluncur rudal khusus.
Pagi hari sebelumnya, pukul 7:45, pangkalan militer Sharaga di utara Acre yang Diduduki juga menjadi sasaran serangan drone serbu Hizbullah, yang diklaim mengenai target dengan tingkat akurasi tinggi.
Operasi-operasi ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat di wilayah tersebut, dengan Hizbullah menunjukkan kesiapannya untuk melancarkan serangan terkoordinasi ke sejumlah fasilitas penting Israel.
