Pemimpin Revolusi Islam Serukan Gerakan Generasi Muda Global Terorganisasi Lawan Keangkuhan AS-Israel
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Imam Ali Khamenei pada Sabtu 2 November, menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif bangsa-bangsa dalam menghadapi kejahatan dan kebohongan yang terus dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pertemuan dengan ribuan siswa dan mahasiswa, Pemimpin Revolusi Islam menyerukan kepada generasi muda untuk menciptakan gerakan yang luas dan terorganisasi.
“Kalian, para pemuda, pelajar, dan mahasiswa, harus menjalin komunikasi dengan pemuda di negara-negara Islam, Kawasan, dan bahkan di luar Kawasan,” kata Ayatullah Khamenei. “Sampaikan kebenaran dan ingatkan mereka akan perlunya menciptakan gerakan besar melawan keangkuhan.”
Beliau menegaskan optimisme terhadap masa depan perlawanan global. “Dengan izin Allah,” tambahnya, “Melalui gerakan Islam dan kemanusiaan ini, bangsa Iran dan Front Perlawanan akan menemukan posisi yang kokoh di dunia dan pasti akan mengalahkan musuh.”
Dalam kesempatan itu, Ayatullah Khamenei juga memberikan nasihat spiritual kepada generasi muda, mendorong mereka untuk memperkuat hubungan dengan Allah.
“Jalan ke depan tidaklah pendek dan mudah,” pesan Ayatullah Khamenei. “Oleh karena itu, kalian harus memperbanyak usaha, memperluas pengetahuan, dan memperkuat tekad. Berdoalah, bermunajat, dan bersyukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya, termasuk nikmat berupa sistem yang berjuang melawan geng-geng penjahat internasional.”
Beliau menyoroti bahwa kesadaran, kesiapan, dan rasa percaya diri pemuda merupakan anugerah besar dari Tuhan. “Dengan memohon pertolongan kepada Allah dan mengambil inspirasi dari jiwa para syuhada yang mulia seperti Sayyid Hasan Nasrallah, Ismail Haniyeh, Jenderal Qasim Soleimani, dan Yahya Sinwar, teruslah menapaki jalan yang benar ini.”
Dalam sesi awal pertemuan, beberapa perwakilan dari kalangan pelajar dan mahasiswa menyampaikan pandangan mereka. Reza Soleimani, seorang siswa kelas sebelas dari Isfahan, berbicara atas nama para pelajar. Fatimah Baqeri, mahasiswi Universitas Sharif, mewakili para mahasiswa, dan Sayyid Haidar Fadlallah, mahasiswa asal Lebanon yang menetap di Iran, menyampaikan usulan dari perwakilan Mahasiswa Front Perlawanan. Mereka menguraikan pandangan tentang upaya melawan dominasi global yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
