Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Mayjen Salami: Hizbullah Berperang dengan Semangat Asyura

POROS PERLAWANAN – Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Hossein Salami menegaskan bahwa para pejuang Hizbullah di Lebanon berperang dengan semangat seperti Asyura, dan rakyat Lebanon tetap tegar serta gigih melawan rezim Zionis. “Kemenangan pasti milik rakyat Lebanon,” ungkapnya.

Menurut laporan dari Kantor Berita Farsnews pada Senin 4 November, pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan terpisah antara Mayjen Salami dan keluarga para syuhada terhormat: Reza Awazeh, Ma’soumeh Karbasi, dan Ali Heidari. Dalam pertemuan itu, ia memuji pengorbanan para syuhada tersebut dan menyatakan bahwa pengorbanan mereka sangat mulia, karena mempererat hubungan antara dua bangsa. “Dengan perjuangan mereka, sejarah baru sedang dibentuk,” ujarnya.

Mayjen Salami menyatakan bahwa ketika mempelajari sejarah awal Islam, kita sering merasa rindu mengapa tidak hidup pada masa itu. “Namun, peristiwa serupa kini terjadi di Lebanon, di mana para pejuang Hizbullah berperang dengan semangat Asyura, dan rakyat Lebanon berdiri kuat melawan rezim Zionis yang terkutuk. Kemenangan pasti akan diraih oleh rakyat Lebanon,” tegasnya.

Dalam pesannya kepada keluarga syuhada Karbasi dan Heidari, Mayjen Salami memuji keteguhan mereka. “Kalian adalah orang-orang yang kuat, dan Allah telah menganugerahkan kalian keteguhan hati, keimanan yang dalam, dan pengetahuan yang tinggi,” katanya.

Ia juga mengutip penggalan awal dari Surah Al-Hajj ayat 78, yang berbunyi, “Berjuanglah kamu pada (jalan) Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyangmu, yaitu Ibrahim…”

Salami menegaskan bahwa para syuhada dan keluarga mereka adalah pilihan Allah, karena jihad dan kesyahidan bukanlah pilihan manusia, melainkan kehendak Ilahi.

“Syuhada adalah simbol kemuliaan dan bukti bagi umat Islam,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pengorbanan keluarga syuhada, dalam banyak hal, lebih besar dari para syuhada itu sendiri. “Ketika seorang pejuang gugur, ia mencapai tujuan dan cita-citanya. Namun, mereka yang kehilangan orang tercinta harus mengorbankan harapan mereka sendiri, dan ini adalah pengorbanan yang juga luar biasa besar,” tutupnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *