Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

7 Komponen Kekuatan Iran yang Mengacaukan Perhitungan Israel (Bagian 1)

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Revolusi Islam: “Kesalahan perhitungan rezim Zionis harus dibongkar; mereka mengalami kesalahan perhitungan terkait Iran.”

Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan keluarga para syuhada keamanan menekankan: “Kesalahan perhitungan rezim Zionis harus dibongkar; mereka mengalami kesalahan perhitungan terkait Iran; mereka tidak mengenal Iran, tidak mengenal pemuda-pemuda Iran, tidak mengenal bangsa Iran, dan mereka belum dapat memahami dengan benar kekuatan, kemampuan, inovasi, dan tekad bangsa Iran.” 14/08/1403.

“Garis Kepemimpinan” dalam catatan ini menjelaskan elemen-elemen kekuatan Iran Islam sebagai respons terhadap rezim Zionis berdasarkan pernyataan Ayatullah Khamenei.

Kejahatan Rezim Penjahat

Pada malam 10 Mehr 1403 H, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan mengumumkan operasi rudal besar-besaran terhadap rezim Zionis di berbagai wilayah. Dalam pernyataan Angkatan Bersenjata Iran, disebutkan bahwa operasi ini dilakukan setelah masa “menahan diri” yang panjang terhadap pelanggaran kedaulatan Republik Islam Iran dan sebagai balasan atas serangan dan kejahatan Israel.

Setelah kejahatan-kejahatan besar yang dilakukan Zionis, seperti: pembunuhan pejuang Syahid Ismail Haniyeh oleh rezim Zionis di wilayah Iran, peningkatan kejahatan rezim dengan dukungan Amerika Serikat dalam pembantaian di Lebanon dan Gaza, serta syahidnya Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah, dan syahidnya Komandan tangguh sekaligus Penasihat senior IRGC di Lebanon, Letnan Jenderal Sayyid Abbas Nilforoushan, IRGC menembakkan puluhan rudal ke sasaran-sasaran penting militer dan keamanan di jantung wilayah Pendudukan.

Banyak ahli Barat menyebut peristiwa ini sebagai peristiwa “7 Oktober Kedua” terhadap rezim Zionis.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa jika rezim Zionis memberikan respons militer terhadap operasi ini, yang sejalan dengan hak-hak sah negara dan hukum internasional, maka mereka akan menghadapi serangan balasan Iran yang menghancurkan dan mematikan.

Pemimpin Tertinggi Iran menyebut serangan Israel itu sebagai tindakan jahat dan menilainya sebagai sebuah kesalahan terhadap bangsa Iran. Kesalahan yang dibesar-besarkan oleh mereka, tetapi dianggap sebagai kekeliruan jika dipandang remeh oleh kita.

Beliau kemudian menegaskan, “Perhitungan rezim Zionis harus dibongkar. Mereka salah dalam memperhitungkan Iran.” (06/08/1403 H)

Kesalahan Perhitungan Rezim Zionis

Ini bukan pertama kalinya Pemimpin Revolusi berbicara tentang kesalahan perhitungan musuh. Rangkaian kesalahan perhitungan musuh Iran adalah kisah panjang yang sudah berlangsung sejak awal kemenangan Revolusi. Pada dekade-dekade awal setelah Revolusi, beliau telah menjelaskan gangguan (kesalahan) dalam perhitungan musuh dan menganalisis akar kesalahan mereka dalam pandangan dunia materialis serta kesalahan dalam memahami realitas (kebenaran). Saat itu beliau berkata: “Malapetaka bagi manusia adalah ketika semua kebenaran dibatasi dan terkurung dalam apa yang dapat diamati dan dirasakan… Mengandalkan uang, manusia, alat, politik, propaganda, dan dukungan, semuanya adalah bagian dari perhitungan material. Segala macam perhitungan telah mereka buat, namun pada akhirnya kalian lihat mereka tidak mendapatkan apa-apa di tangannya. Ini menunjukkan bahwa ada serangkaian perhitungan, sebab-akibat, dan proses-proses yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia, bahkan sering kali tidak dapat dipahami oleh akal material manusia; pandangan lain yang dapat memahaminya.” (29/06/1369 H)

Ayatullah Khamenei selalu berbicara tentang keajaiban tekad dan iman bangsa, dan beliau berkeyakinan: “Apakah semuanya adalah mesin yang perhitungannya dapat diselesaikan dengan hitungan matematis murni seperti dua tambah dua sama dengan empat? Di mana permasalahan menyangkut manusia, iman, nilai, dan sifat-sifat luhur, perhitungan spiritual memiliki peran luar biasa; bahkan menjadi penentu. Berdasarkan perhitungan material, seharusnya mereka semakin kuat setiap hari, namun hari ini kalian lihat betapa memalukannya kegagalan perhitungan mereka.” (19/11/1369 H)

Oleh karena itu, kita harus benar-benar meyakini dan tidak pernah melupakan bahwa “perhitungan musuh yang tampak kokoh, kuat, dan menyeluruh sepenuhnya bisa dikalahkan… Memang benar bahwa musuh memiliki Badan Intelijen yang kuat, sistem perhitungannya solid, Angkatan Bersenjatanya mumpuni, dan mereka memiliki banyak uang, semua itu ada pada tempatnya masing-masing. Namun, sangat mungkin bagi kita untuk menggagalkan perhitungan mereka, membuat mereka kalah. Jika kita bertindak secara rasional, tidak melepaskan upaya, dan terus berjuang, semua upaya musuh dapat dihancurkan.” (27/01/1402 H)

Pemimpin Revolusi Islam menjelaskan alasan gangguan (kesalahan) dalam perhitungan musuh dan, di sisi lain, berbicara tentang kemungkinan kekalahan musuh akibat gangguan ini. Musuh, pada kenyataannya, tidak memiliki pemahaman dan analisis yang tepat tentang besarnya dan berkualitasnya kekuatan Iran, sehingga mengalami kesalahan perhitungan yang serius: “Mereka tidak memahami Iran, tidak memahami pemuda-pemuda Iran, tidak memahami bangsa Iran. Mereka belum mampu sepenuhnya memahami kekuatan, kemampuan, kreativitas, dan tekad bangsa Iran; tentang ini, kita harus membuat mereka paham.” (06/08/1403 H) (Bersambung ke Bagian 2…)

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *