Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Sanjung Spanyol yang Larang Kapal AS Pembawa Senjata Israel Merapat ke Pelabuhan

Hamas Sanjung Spanyol yang Larang Kapal AS Pembawa Senjata Israel Merapat ke Pelabuhan

POROS PERLAWANAN– Diberitakan Mehr, Hamas dalam statemennya mengapresiasi Pemerintah Spanyol yang melarang 2 kapal AS pengangkut senjata untuk Israel merapat ke pelabuhan negara tersebut. Hamas meminta dari PBB untuk mengesahkan keputusan pelarangan ekspor senjata kepada Rezim Pendudukan.

Hamas menyatakan, tindakan Spanyol ini dilakukan bersamaan dengan kecaman negara itu terhadap agresi Rezim Zionis ke Gaza, juga penolakan Madrid untuk mengekspor senjata yang akan digunakan Israel dalam genosida atas rakyat Palestina.

Hamas menegaskan, berlanjutnya dukungan Pemerintah AS untuk Israel, termasuk penyediaan senjata dan perangkat militer, menyebabkan Washington mengemban tanggung jawab hukum, politik, dan moral terkait kejahatan perang dan genosida Israel selama lebih dari setahun terakhir.

Faksi Perlawanan ini mendesak PBB menggunakan segala solusi untuk menekan Tel Aviv demi menghentikan genosida dan agresi terhadap bangsa Palestina.

Sementara itu, salah satu petinggi Hamas, Sami Abu Zuhri, menanggapi peristiwa bentrokan di Belanda usai pertandingan sepakbola antara tim Ajax Amsterdam dan Maccabi Tel Aviv. Ia menyatakan, peristiwa semacam ini disebabkan berlanjutnya genosida yang dilakukan Israel tanpa diintervensi oleh dunia internasional.

Harian Inggris, Guardian, melaporkan bahwa berdasarkan bukti-bukti yang ada, suporter Maccabi terlebih dahulu memprovokasi warga lokal. Mereka juga membakar bendera Palestina dan menyerukan slogan-slogan anti-Arab.

Kantor Benyamin Netanyahu mengumumkan, Israel telah mengirim 2 pesawat untuk merawat orang-orang Zionis yang terluka dalam bentrokan di Amsterdam.

Sumber-sumber Israel memberitakan, banyak suporter Maccabi Tel Aviv yang terluka dalam bentrokan.

Seorang Israel bahkan dikabarkan tewas. Dilaporkan bahwa kontak dengan sejumlah suporter Zionis terputus.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *