Mengenang Syahid Hassan Tehrani dan Jasa Besarnya Memperkuat Kapasitas Pertahanan Iran
POROS PERLAWANAN – Pada peringatan tahun ke-13 wafatnya Brigadir Jenderal Syahid Hassan Tehrani-Moghadam, yang dikenal sebagai “Bapak Rudal Iran” sebuah upacara penuh khidmat digelar di permakaman Behesht-e Zahra, Tehran, pada Jumat 8 November, dengan dihadiri sejumlah tokoh militer. Salah satu tokoh yang hadir adalah Wakil Komandan Pasukan Dirgantara IRGC, Brigadir Jenderal Sayyid Majid Mousavi, yang dalam pidatonya mengungkap penghormatan dan pemaparan visi strategis Syahid Tehrani-Moghadam dalam memperkuat kapasitas pertahanan rudal Iran.
Membangun Kekuatan Rudal di Seluruh Negeri
Dalam pernyataannya, Brigadir Jenderal Mousavi menjelaskan bahwa Syahid Tehrani-Moghadam tidak hanya memikirkan pertahanan terbatas pada wilayah barat atau selatan Iran, namun memperluas pengembangan pangkalan rudal hingga ke jantung negara. Strategi ini diambil guna memastikan keamanan dan kemampuan bertahan yang merata di seluruh wilayah Iran.
“Syahid Tehrani memahami kebutuhan untuk mencapai senjata jarak jauh. Dia memiliki pandangan jauh dan melihat pentingnya pembangunan infrastruktur industri dalam negeri agar Iran mampu memproduksi senjata modern,” ujar Brigadir Jenderal Mousavi.
Bertawassul dengan Sayyidah Zainab (a.s)
Mengenang masa pelatihan rudal di Suriah bersama Syahid Tehrani sekitar 40 tahun lalu, Brigadir Jenderal Mousavi mengingat bahwa beliau sering bertawassul dengan Sayyidah Zainab (a.s), hingga nama beliau diabadikan dalam operasi rudal pertama Iran yang diarahkan pada rezim Ba’ath Irak. Operasi ini menjadi awal dari komitmen Syahid Tehrani dalam mempertahankan nilai-nilai spiritual dalam setiap langkah militer Iran.
Menghadapi Kebrutalan Rezim Zionis
Mengomentari situasi di Gaza, Brigadir Jenderal Mousavi menyatakan bahwa keberanian pejuang Palestina dalam Operasi Badai Al-Aqsa menandai babak baru dalam perlawanan terhadap kejahatan tanpa batas rezim Zionis. Ia mengutuk tindakan kejam yang dilakukan Israel, termasuk pembunuhan massal dan genosida yang terus berlanjut.
Mousavi menyebut berbagai peristiwa luar biasa telah terjadi, melampaui prediksi militer dan politik. “Fenomena ini seringkali terjadi di luar skenario yang dirancang para pakar militer atau pengamat politik,” tambahnya, mengindikasikan kompleksitas konflik yang tidak dapat diprediksi hanya dengan analisis konvensional.
Operasi “Janji Sejati” Sebagai Respons terhadap Agresi Zionis
Brigadir Jenderal Mousavi juga mengungkapkan pentingnya Operasi “Janji Sejati I”, yang menampilkan kombinasi serangan rudal dan drone pada April, serta operasi rudal tambahan pada Oktober 2024, sebagai balasan atas tindakan agresif Israel. “Operasi ini tercatat dalam sejarah sebagai salah satu yang paling luas dan memiliki dampak besar dalam konflik modern,” jelasnya.
Mewujudkan Deterensi Melalui Kekuatan Rudal
Ia menyebut Syahid Tehrani sebagai pencipta teori kekuatan rudal Iran, yang melihat perlunya deterensi untuk mencegah ancaman terhadap negara. “Pemikiran Syahid Tehrani sangat mendalam dan menggabungkan berbagai faktor, termasuk pengetahuan mendalam tentang kekuatan musuh serta penguasaan teknologi,” tambahnya.
Pengaruh Syahid Tehrani dalam Membangun Kekuatan Militer
Brigadir Jenderal Mousavi memuji Syahid Tehrani sebagai tokoh yang tanpa lelah bekerja untuk membangun dan memperluas infrastruktur militer Iran. Bahkan setelah perang dengan Irak, ia tetap fokus pada pengembangan pasukan rudal dan membangun pangkalan rudal di seluruh penjuru Iran, tidak terbatas pada wilayah tertentu.
Sebagai seorang yang dikenal akan kesederhanaannya, Syahid Tehrani hidup dalam ketenaran yang tersembunyi, tanpa pernah mengharapkan pengakuan dan popularitas. Mousavi menggambarkan bahwa dedikasi yang tinggi ini adalah ciri khas yang melekat hingga akhir hidupnya, dan menjadikannya tokoh yang dihormati di kalangan masyarakat dan militer.
Pentingnya Kelanjutan Pengorbanan para Syuhada
Dalam akhir pidatonya, Brigadir Jenderal Mousavi menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan perjuangan melawan rezim Zionis dan kemenangan bagi Front Perlawanan. “Kesuksesan membutuhkan usaha, darah, dan pengorbanan,” ujarnya, dan menegaskan bahwa kemenangan adalah sebuah kepastian, sembari mengajak masyarakat Iran untuk senantiasa mengenang jasa-jasa para syuhada, termasuk Syahid Tehrani-Moghadam, dalam setiap perjuangan mempertahankan negara.
Dengan demikian, Iran terus melanjutkan upaya memperkuat posisi strategis militernya, mempertahankan keamanan nasional, dan memperluas basis pertahanan hingga ke berbagai wilayah dalam negeri.
