Media Israel Akui Peningkatan Signifikan Kapasitas Rudal Hizbullah yang Semakin Mengancam
POROS PERLAWANAN – Media-media Israel mengakui peningkatan signifikan dalam kemampuan rudal Hizbullah, yang terus melancarkan serangan intensif ke wilayah-wilayah strategis Pendudukan. Rudal-rudal tersebut, alih-alih berkurang, justru bertambah dalam hal jumlah dan daya jangkau, menunjukkan peningkatan persenjataan yang mengejutkan.
Dikutip dari siaran kanal 12 televisi Israel pada Jumat petang 8 November, melaporkan bahwa sejak pagi, Hizbullah telah melancarkan serangan rudal yang menjangkau Haifa dan sekitarnya, hingga mencapai pusat Palestina yang diduduki Israel. Serangan rudal ini, menurut media Israel, bukan hanya intensif, melainkan juga memperlihatkan jangkauan yang semakin jauh, mengindikasikan bahwa kekuatan Hizbullah semakin mengancam stabilitas Israel di kawasan tersebut.
Sumber-sumber di Israel menyebutkan bahwa puluhan rudal telah ditembakkan dari wilayah selatan Lebanon, langsung menghantam sejumlah pangkalan militer, pusat konsentrasi tentara, dan fasilitas strategis lainnya di Israel. Pukulan bertubi-tubi dari Hizbullah ini dianggap sebagai salah satu serangan paling agresif yang dilakukan dari arah Lebanon sejak konflik memanas.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah mengumumkan bahwa pejuang Perlawanan berhasil menghancurkan kendaraan lapis baja milik militer Israel di dekat kota Kafr Kila, menggunakan rudal berpemandu yang berhasil mengenai sasaran dengan akurasi tinggi. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya beberapa tentara Israel, sementara beberapa lainnya mengalami luka serius. Serangan ini mencerminkan kemampuan Hizbullah dalam memanfaatkan teknologi rudal berpemandu untuk melumpuhkan kendaraan militer Israel dengan efektif.
Selain itu, surat kabar Israel, Maariv menambahkan pengakuan lebih lanjut tentang ketegangan militer yang semakin memuncak. Menurut Maariv, Israel telah terjebak dalam konflik regional yang kompleks di tujuh front berbeda selama satu tahun terakhir. Dalam konflik ini, Israel telah kehilangan hampir dua divisi militer penuh dan kini menghadapi kekurangan personel tentara yang serius. Militer Israel kini dilaporkan memerlukan ribuan tambahan pasukan untuk mempertahankan posisinya, sementara jumlah korban tewas dan luka-luka yang dialami masih belum terhitung secara resmi.
Pengakuan ini mengungkapkan kelemahan Israel di hadapan kekuatan Hizbullah yang semakin tangguh. Bagi Israel, menghadapi ancaman di tujuh front berbeda dan mengatasi kekuatan rudal Hizbullah yang kian terasah menjadi tantangan besar yang belum menemukan solusi nyata.
