Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Serangan Hizbullah Makin Intensif, Pemukim Zionis Takut Kembali ke Utara

POROS PERLAWANAN – Situs berita berbahasa Ibrani, Walla, mengutip laporan sebuah pusat penelitian di Israel pada Selasa 12 November, menunjukkan bahwa pada Oktober lalu, Hizbullah meningkatkan serangan ke Israel hingga empat kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya sejak dimulainya perang.

Dengan meningkatnya aktivitas militer Israel di Lebanon, sekitar 300 roket ditembakkan ke wilayah utara Israel (Palestina Pendudukan). Akan tetapi, belum ada perintah evakuasi untuk wilayah-wilayah tersebut.

Lebih lanjut laporan itu memperingatkan bahwa intensitas serangan ini kemungkinan akan meningkat di masa mendatang.

Menurut laporan ini, Hizbullah mengeklaim bertanggung jawab atas lebih dari separuh serangan terhadap Israel. Sejak Oktober 2023, rata-rata terjadi 270 operasi per bulan. Dalam serangan-serangan yang dilancarkan Hizbullah selama Oktober, 54 orang tewas, termasuk 40 tentara dan perwira militer Israel, serta 10 pemukim di front utara.

Sementara itu, pusat penelitian Alma Israel menyebutkan bahwa 54 persen operasi Hizbullah terjadi di daerah sekitar perbatasan sejauh lima kilometer, sementara 18,6 persen dari serangan itu menyasar pasukan Israel di selatan Lebanon. Hizbullah juga memperluas serangan roket ke permukiman-permukiman di sepanjang perbatasan.

Dalam laporan ini disebutkan bahwa pada Oktober, Hizbullah melancarkan 12 serangan ke Tel Aviv dan wilayah Gush Dan, 25 serangan ke Haifa, 21 serangan ke daerah Kiryat di utara Haifa, 17 serangan ke Karmiel, 21 serangan ke Nahariya, serta 29 serangan ke Safed dan Rosh HaNikra.

Peneliti Israel dari pusat penelitian Alma, Tal Pery dan Dana Folke menegaskan bahwa roket adalah senjata utama Hizbullah melawan Israel, namun drone menjadi kartu truf mereka. Ketika sebuah drone Hizbullah melintas, ribuan warga Israel panik ketakutan dan segera berlari ke bungker perlindungan, menjadi bukti efektivitas strategi Hizbullah yang mengedepankan perang atrisi melawan Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *