Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Wali Kota Kiryat Shmona: Mimpi Kembali ke Utara Palestina Pendudukan Masih Jauh dari Kenyataan

POROS PERLAWANAN – Wali Kota Kiryat Shmona, Avichai Stern, pada Selasa 12 November, dengan tegas mengecam situasi kacau yang terus melanda wilayah utara Palestina Pendudukan. Konflik yang semakin intensif antara Hizbullah dan Militer Israel telah membuat kondisi di wilayah tersebut semakin tidak kondusif, bahkan menurut Stern, menjadi tempat yang sangat tidak aman bagi warga.

Pernyataan Stern ini muncul sebagai tanggapan atas klaim dari Kepala Staf militer Israel, Herzi Halevi, yang baru-baru ini menyatakan bahwa permukiman-permukiman di utara “harus mulai siap” menyambut kembalinya para pengungsi. Namun, Stern justru menilai pernyataan tersebut tidak realistis dan jauh dari kondisi di lapangan. Ia mengatakan, “Jalan bagi pengungsi untuk kembali ke permukiman ini masih sangat panjang,” menyoroti banyaknya kendala keamanan yang hingga kini belum terselesaikan.

Menurut laporan Channel 12 Israel, meski perang ini berakhir dan para pengungsi akhirnya bisa kembali, otoritas keamanan dan militer Israel sendiri tidak akan mampu memberikan jaminan bahwa serangan roket dari Lebanon akan berhenti. Ancaman dari Hizbullah masih sangat nyata dan terus menghantui, dengan serangan yang dapat terjadi kapan saja. Bahkan selama konflik berlangsung, sistem pertahanan Israel kewalahan menghadapi rentetan serangan dari Hizbullah yang kian memperluas jangkauannya.

Kondisi ini membuat warga di permukiman utara merasa sangat marah dan frustrasi. Klaim dari militer Israel bahwa mereka siap menyambut kembalinya pengungsi, justru dianggap warga sebagai sesuatu yang meremehkan kondisi sebenarnya.

Di tengah-tengah gempuran roket dan situasi yang sangat tidak aman, seruan untuk kembali dianggap mengabaikan realitas risiko yang masih sangat tinggi. Para pemukim melihat seruan ini tidak lebih dari sekadar retorika yang tidak mempertimbangkan keselamatan mereka.

Lebih jauh, media Israel juga melaporkan bahwa warga semakin kecewa terhadap rezim dan Militer yang dinilai gagal memberikan perlindungan maksimal. Banyak di antara mereka merasa bahwa kondisi keamanan di wilayah utara tidak akan stabil dalam waktu dekat, terutama jika konflik ini berlanjut dan kekuatan Hizbullah kian berkembang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *