Pentagon: Dua Fregat AS Jadi Sasaran Serangan Yaman di Selat Bab al-Mandeb
POROS PERLAWANAN – Pentagon mengonfirmasi bahwa pasukan Yaman telah menyerang dua fregat Amerika Serikat dengan pesawat nirawak dan rudal di Selat Bab al-Mandeb. Dalam keterangan resminya, Juru Bicara Pentagon, Mayor Jenderal Pat Ryder menyebutkan bahwa kedua kapal perang tersebut berhasil menghalau serangan tersebut.
Ryder menolak memberikan komentar terkait laporan mengenai penargetan kapal induk USS Abraham Lincoln oleh pasukan Yaman. Namun, ia mengeklaim, kedua fregat berhasil “mengalahkan” serangan yang dilancarkan oleh pihak Yaman, seperti yang dilaporkan oleh Al Jazeera pada Rabu, 13 November.
Menurut Ryder, kapal-kapal itu mengalami serangan yang melibatkan “sedikitnya delapan sistem udara nirawak serang satu arah, lima rudal balistik antikapal, dan tiga rudal jelajah antikapal”. Semua serangan tersebut berhasil ditangkis tanpa menyebabkan kerusakan atau korban di pihak Amerika Serikat.
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan bahwa mereka menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab serta dua kapal perusak Amerika di Laut Merah. Pihak Yaman menegaskan bahwa serangan tersebut adalah langkah untuk mencegah operasi udara yang direncanakan AS, serta sebagai respons terhadap aksi militer AS yang dianggap mengancam kedaulatan Yaman.
“Serangan terhadap kapal induk di Laut Arab melibatkan rudal jelajah dan pesawat nirawak, yang diluncurkan saat armada Amerika dilaporkan sedang mempersiapkan operasi di wilayah tersebut,” ujar Juru Bicara Militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree.
Saree juga menambahkan bahwa dua kapal perusak AS di Laut Merah turut menjadi sasaran serangan dengan menggunakan kombinasi rudal balistik dan pesawat nirawak. Kedua operasi ini diklaim berlangsung selama delapan jam dan menghasilkan dampak signifikan pada armada laut Amerika di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Saree mengatakan Amerika Serikat dan Inggris sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peningkatan ketegangan di Laut Merah dan risiko yang timbul terhadap keselamatan navigasi internasional. Menurutnya, aktivitas militer negara-negara Barat telah menciptakan ancaman baru bagi keamanan Kawasan.
Pihak militer Yaman menyebut serangan ini merupakan tindakan defensif dan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan Lebanon, yang menurutnya terus mengalami tekanan dari sekutu-sekutu AS di Timur Tengah.
Saree menyatakan, operasi militer Yaman akan berlanjut hingga blokade terhadap Gaza dicabut dan serangan terhadap Lebanon dihentikan.
