Houthi Tantang Amerika Serikat Buktikan USS Abraham Lincoln Tak Jadi Target Serangan Yaman
POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, Muhammad Ali al-Houthi menegaskan keberhasilan operasi militer yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Yaman. Ia memberikan apresiasi atas peran penting kekuatan misil dan drone dalam serangan terbaru yang menargetkan kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di Laut Arab.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform “X” pada Rabu 13 November, al-Houthi menantang pihak Amerika untuk membuktikan bahwa kapal induk mereka tidak menjadi sasaran serangan tersebut. Ia menuntut agar AS mengizinkan saluran televisi untuk melakukan siaran langsung dari kapal induk tersebut sebagai bentuk penegasan bahwa USS Abraham Lincoln tidak diserang oleh militer Yaman.
“Operasi militer di Yaman nyata dan terbuka, tidak seperti rumor yang disebarkan dan direkayasa oleh Amerika,” tegas al-Houthi.
Pernyataannya ini merujuk pada tudingan Amerika yang dinilai hanya menyebarkan berita palsu terkait operasi militer yang dilancarkan pasukan Yaman.
Lebih lanjut, al-Houthi juga memuji jurnalis nasional Yaman yang, menurutnya, berhasil membantah klaim-klaim Amerika mengenai penghentian operasi militer Yaman dan kabar mengenai kapal perang Israel yang melintasi Laut Merah. “Para jurnalis merdeka telah membuktikan bahwa rumor Amerika hanyalah kebohongan belaka, mematahkan narasi dan kampanye berita palsu yang disebarkan oleh mereka,” tambahnya.
Pernyataan ini menambah ketegangan di tengah konflik yang berlangsung antara Yaman dan aliansi militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Yaman mengeklaim operasi tersebut sebagai bentuk perlawanan dan solidaritas terhadap Palestina serta negara-negara Timur Tengah yang terus menghadapi tekanan dari sekutu-sekutu AS di Kawasan tersebut.
