Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Mohsin Rezai: Perang Gaza, Manifestasi Kekejaman Terbesar dalam Sejarah Kemanusiaan

Mohsin Rezai: Perang Gaza, Manifestasi Kekejaman Terbesar dalam Sejarah Kemanusiaan

POROS PERLAWANAN – Situasi di Timur Tengah kembali memanas dengan konflik yang semakin brutal di Gaza. Mayor Jenderal Mohsin Rezai, Anggota Majelis Kebijaksanaan Negara, pada Kamis, 14 November, mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras eskalasi kekerasan di wilayah tersebut. Berbicara di Kota Mashad, Iran, Rezai mengungkapkan bahwa perang yang terjadi di Gaza adalah “manifestasi kekejaman terbesar dalam sejarah kemanusiaan.”

“Revolusi kita adalah gerakan besar yang berlandaskan nilai-nilai budaya yang kuat,” ujar Rezai, mengacu pada komitmen bangsa Iran terhadap nilai-nilai moral dan perlawanan terhadap penindasan. “Namun, musuh-musuh kita tak akan mundur begitu saja.” Rezai menyatakan bahwa pola lama aliansi kekuatan global kembali terulang, mengingatkan pada dukungan negara-negara Barat bagi Saddam Hussein dan Partai Baath pada masa lalu. Kini, katanya, sosok yang menjadi simbol agresi bukan lagi Saddam, melainkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Aliansi Baru dalam Konflik Lama

Menurut Rezai, Netanyahu, dengan dukungan aliansi lama yang sama seperti pada masa Perang Iran-Irak, telah berhasil menyeret enam negara regional ke dalam konflik ini. Ia menyebut bahwa Netanyahu menjadikan Gaza dan Lebanon sebagai titik fokus konfrontasi militer yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar.

“Ini bukan hanya tentang perang biasa, melainkan salah satu konflik paling berdarah, penuh kebencian, dan tidak berperikemanusiaan yang pernah ada dalam sejarah,” tegas Rezai.

Kehancuran dan Derita di Gaza

Rezai menggambarkan situasi memilukan yang menimpa rakyat Gaza, sebuah wilayah yang telah menjadi saksi penderitaan ekstrem dalam beberapa bulan terakhir. “Di wilayah sempit bernama Gaza, lebih dari 46 ribu orang telah tewas, sekitar 130 ribu terluka, dan ribuan lainnya tertimbun di bawah reruntuhan atau terperangkap dalam pengepungan yang tak berujung,” ujarnya. Ia mengangkat pertanyaan serius tentang moralitas dalam perang semacam ini: “Di mana letak moralitas dalam kebrutalan yang tak berkesudahan ini?”

Menurutnya, tindakan militer yang dilancarkan Zionis tak lain adalah bentuk genosida yang disengaja dan sistematis terhadap warga Gaza. Rezai mengklaim bahwa tujuan sebenarnya dari agresi tersebut adalah untuk memecah-belah Gaza dan menghancurkan struktur sosial masyarakatnya. “Lebih dari 2,2 juta warga Gaza telah bertahan dalam situasi penuh tekanan selama lebih dari satu tahun, hidup dalam ketakutan di bawah bayang-bayang bom yang setiap hari dijatuhkan oleh pasukan Zionis.”

Apakah Dunia Akan Berdiam Diri?

Rezai mengkritik komunitas internasional yang menurutnya lamban merespons tragedi di Gaza ini. “Sejarah mana yang akan mencatat perang sebesar ini sebagai simbol kejahatan manusia, jika bukan kita yang bersuara dan bergerak?” ujarnya, mengajak masyarakat dunia untuk menilai kembali standar moral dalam menyikapi konflik yang menimpa Gaza.

Dengan situasi di Gaza yang terus memburuk, pernyataan Rezai menggambarkan ketegangan politik dan militer yang melibatkan kekuatan global dan regional dalam konflik yang penuh dengan luka kemanusiaan ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *