Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Tolak Gencatan Senjata Usulan Amerika yang Syaratkan Pelucutan Senjata

POROS PERLAWANAN – Surat kabar Wall Street Journal pada Sabtu 16 November melaporkan tentang poin-poin utama usulan Amerika Serikat untuk mencapai gencatan senjata di Lebanon.

Dalam laporannya itu, media tersebut menyoroti adanya “titik pertikaian dalam kesepakatan”, yakni jaminan bahwa Israel harus menghentikan serangan jika Angkatan Bersenjata Lebanon dan pasukan UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon) gagal menjalankan tugas tersebut.

Namun, surat kabar Yedioth Ahronoth mengungkapkan bahwa perkiraan Israel menunjukkan Hizbullah mampu melanjutkan perang dan tidak akan tergesa-gesa menerima usulan kesepakatan. Media itu juga menyebut Israel memperkirakan Hizbullah dan Pemerintah Lebanon tidak akan menerima kebebasan bertindak Israel dalam kasus pelanggaran tertentu.

Wall Street Journal mengutip sumber-sumber yang disebut dekat dengan negosiasi, menyebutkan bahwa rancangan usulan tersebut memuat penarikan Hizbullah ke utara Sungai Litani, yang terletak sekitar 18 mil dari perbatasan, serta peran Angkatan Bersenjata Lebanon dan pasukan UNIFIL dalam mencegah Hizbullah kembali ke wilayah selatan.

Sumber tersebut juga menyatakan bahwa Israel berusaha menggunakan segala cara yang tersedia untuk melemahkan persenjataan Hizbullah, termasuk mencegah pengadaan senjata baru serta menguras stok amunisinya yang diserang setiap hari. Selain itu, Tel Aviv disebut meminta bantuan otoritas Rusia yang berada di Suriah untuk mencegah transfer senjata dari Suriah ke Lebanon.

Dalam konteks serupa, surat kabar Jewish Insider melaporkan, mengutip sumber anonim, bahwa rancangan tersebut mencakup keterlibatan langsung Washington dalam pemantauan untuk memastikan Hizbullah tidak mempersenjatai ulang dirinya di wilayah selatan Lebanon.

Media itu juga menyebutkan bahwa beberapa negara lain, termasuk Inggris dan Prancis, setuju untuk ikut serta menjaga gencatan senjata. Menurut sumber-sumber Israel, langkah ini melibatkan pengawasan teknologi dan manusia di wilayah selatan Lebanon.

Amerika Serikat saat ini tengah berupaya menengahi gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah. Laporan menunjukkan adanya kemajuan dalam negosiasi ini, meskipun prosesnya berjalan lambat.

Pada Jumat lalu, Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump menyampaikan kepada Menteri Urusan Strategis Israel, Ron Dermer, bahwa ia ingin mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata di Lebanon. Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keberatan terhadap rencana yang diajukan saat ini.

Di sisi lain, media Israel melaporkan bahwa Hizbullah menginginkan implementasi penuh Resolusi 1701. Hizbullah menegaskan tidak bersedia menerima poin apa pun terkait kebebasan bertindak Israel, termasuk kebebasan Angkatan Udara Israel di wilayah udara Lebanon atau pengawasan bersama Israel-Amerika atas desa-desa di selatan Lebanon.

Sementara saluran Channel 12 Israel melaporkan Hizbullah tidak menerima pendekatan bertahap dalam hal ini, dan menuntut implementasi penuh dan segera Resolusi 1701 tanpa perubahan apa pun.

Kekukuhan Hizbullah dalam menuntut implementasi penuh Resolusi 1701 demi kepentingan Lebanon sejalan dengan sikap resmi Pemerintah Lebanon.

Sementara itu, Israel dalam beberapa hari terakhir mengumumkan perluasan operasi militernya di selatan Lebanon. Para ahli menilai langkah tersebut sebagai tindakan berisiko tinggi yang dapat menyeret Israel ke dalam perang panjang dan melelahkan, di tengah upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *