Para Tawanan Israel Dikhawatirkan Bernasib Seperti Ron Arad, Siapa Dia dan Apa yang Terjadi Padanya?
POROS PERLAWANAN – Diberitakan al-Alam, dengan mempertimbangkan serangan udara kontinu ke Gaza dan kondisi di kawasan tersebut, muncul kekhawatiran di tengah publik Zionis bahwa skenario Ron Arad bakal terulang bagi para tawanan Israel.
Harian al-Sharq al-Awsat pada hari Sabtu 16 November melaporkan,”Dengan melihat berlanjutnya ketidakjelasan tentang kondisi para tawanan Zionis di Gaza lantaran kebungkaman Hamas, muncul beberapa informasi tentang tewasnya sejumlah tawanan akibat serangan udara Israel atau sebab-sebab lain terkait situasi penahanan mereka.”
Menurut al-Sharq al-Awsat, Rezim Zionis mencemaskan berulangnya nasib Ron Arad, navigator jet tempur Israel yang hilang setelah pesawatnya jatuh di Lebanon tahun 1986 silam.
“Para tawanan Zionis di Gaa mungkin saja benar-benar akan bernasib sama dengan Arad. Terutama ketika pasukan Israel masih terus menargetkan tim penjaga para tawanan, bahkan tim yang bertugas menjaga jasad tawanan yang sudah tewas atau meninggal. Padahal, tidak ada yang mengetahui lokasi para tawanan, baik yang masih hidup atau sudah mati, kecuali tim-tim tersebut atau beberapa orang di Brigade al-Qassam,” lapor al-Sharq al-Awsat, mengutip dari sumber-sumber yang dekat dengan Hamas.
Siapa Ron Arad?
Pada tanggal 16 Oktober 1986 saat menjalankan operasi di angkasa Lebanon, Arad terlempar dari pesawatnya. Dia pun ditangkap. Sempat ada tiga surat dan dua foto dari Arad di penjara yang dipublikasikan. Namun sejak 1988, Israel tidak bisa menjalin kontak dengannya.
Dalam agresi ke zona udara Lebanon dan pengeboman rumah-rumah warga saat perang saudara Lebanon, yang tujuannya adalah menyasar target-target PLO di dekat kota Shida di selatan Lebanon, salah satu rudal jet yang ditumpangi Arad keburu meledak, sehingga jet tersebut hancur di udara. Namun Arad dan pilot selamat dengan menggunakan parasut.
Dalam insiden tersebut, Arad ditawan oleh kelompok Amal. Amal mengajukan syarat pembebasan Arad, yaitu dibebaskannya ratusan tahanan Palestina dan Lebanon dari penjara-penjara Israel. Namun Rezim Zionis menolak syarat tersebut. Usai gagalnya perundingan, tak ada lagi berita atau tanda-tanda bahwa Arad masih hidup atau tidak.
Rezim Zionis telah melakukan sejumlah operasi untuk mencari informasi tentang Arad. Namun semuanya gagal.
