Bantah Media Barat, Iran Tetap akan Adili Pembunuh Jenderal Qassem Soleimani
POROS PERLAWANAN – Republik Islam Iran menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar para pelaku pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dan tidak akan menghentikan langkah hukum terkait kasus tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh sumber tepercaya yang membantah laporan media AS mengenai dugaan jaminan Iran untuk tidak menindak Donald Trump.
Menurut sumber tersebut, pesan yang disampaikan Iran dalam pertukaran komunikasi diplomatik menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus pembunuhan Jenderal Soleimani dan tidak akan mundur dari upaya ini.
“Upaya Iran terkait pembunuhan Jenderal Soleimani mencakup berbagai aspek, termasuk langkah hukum dan yuridis. Pemerintah Iran akan terus mengejar proses ini melalui jalur yang telah ditentukan,” ujar sumber tersebut kepada Fars News Agency pada Minggu 17 November.
Bantahan terhadap Laporan Media AS
Pernyataan ini muncul setelah The Wall Street Journal pada Jumat 15 November, melaporkan bahwa Iran telah memberikan “jaminan tertulis” kepada Pemerintahan Presiden Joe Biden bahwa mereka tidak akan melakukan serangan terhadap Donald Trump terkait pembunuhan Jenderal Soleimani. Namun, sumber Iran membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai laporan tidak berdasar.
Latar Belakang Kasus
Jenderal Qassem Soleimani, salah satu tokoh penting dalam Pasukan Quds Garda Revolusi Islam Iran, syahid dalam serangan udara yang dikomandoi langsung oleh Donald Trump pada Januari 2020 di dekat Bandara Internasional Baghdad, Irak.
