Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Haaretz: Krisis Kekurangan Pasukan Guncang Israel, 700 Ribu Pemukim Zionis Tinggalkan Palestina

POROS PERLAWANAN – Media Ibrani pada Minggu 17 November, mengungkap bahwa Militer rezim Zionis tengah mengalami krisis serius untuk menutupi kerugian besar akibat perang. Israel dilaporkan membutuhkan tambahan 10 ribu personel baru.

Menurut laporan Tasnim News Agency yang mengutip Haaretz, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu berusaha mengakhiri perang di Lebanon untuk mengurangi tekanan pada pasukan cadangan. Langkah ini dilakukan agar Israel tetap dapat melanjutkan operasi militernya di Gaza tanpa harus merekrut komunitas Haredi (ultra-Ortodoks).

Media tersebut juga melaporkan bahwa saat ini Angkatan Bersenjata Israel menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan personel. Israel dilaporkan membutuhkan 10 ribu tentara tambahan untuk menggantikan pasukan yang tewas di medan perang.

Haaretz mencatat bahwa pasukan cadangan menghadapi tekanan luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebanyak 54 persen dari mereka telah bertugas lebih dari 100 hari sejak awal perang.

Selain itu, sepertiga dari total korban tewas di Militer Israel berasal dari pasukan cadangan, yang memicu kemarahan di kalangan tentara dan keluarga mereka. Situasi ini semakin memperburuk kondisi internal Militer Israel.

Media tersebut juga menyoroti dampak signifikan pada Struktur Komando Militer. Sedikitnya 63 Komandan Batalion telah tewas dalam konflik ini, yang melemahkan kemampuan kepemimpinan operasional Israel.

Di sisi lain, Haaretz menegaskan bahwa Hizbullah belum menerima serangan yang cukup untuk menciptakan efek pencegahan jangka panjang dari Israel terhadap Kelompok Perlawanan tersebut.

Eksodus 700 Ribu Pemukim Zionis dari Wilayah Pendudukan

Sejarawan Zionis, Ilan Pappé mengungkapkan bahwa sekitar 700 ribu warga Israel telah meninggalkan wilayah Palestina Pendudukan sejak pecahnya perang Gaza. Namun, kantor statistik Israel dikabarkan menutup-nutupi data ini dan tidak memublikasikan informasi terkait fenomena eksodus besar tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *