Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media Israel Terang-terangan Akui Militernya Kalah Lawan Hizbullah

Maariv: Israel Berperang Tanpa Tujuan dan Kehilangan Arah di Lebanon

POROS PERLAWANAN – Media Israel pada Minggu 17 November, secara terbuka mengakui kegagalan Militer Israel dalam menundukkan dan memaksa Hizbullah Lebanon menyerah. Pengakuan terbuka ini mencerminkan kelemahan mendasar yang dihadapi tentara Israel dalam konflik berkepanjangan yang melibatkan kelompok Perlawanan Lebanon tersebut.

Seorang analis militer dari saluran i24, Yossi Yehoshua menyebutkan bahwa militer Israel telah terjebak dalam perang berlarut-larut dengan Hizbullah selama lebih dari satu tahun. “Kami harus realistis,” ujarnya. “Selama satu tahun kami mencoba memaksa Hamas menyerah dan tidak berhasil. Sedangkan Hizbullah sepuluh kali lebih kuat daripada Hamas.”

Dia juga mengungkapkan adanya krisis serius dalam tubuh Militer Israel, termasuk kekurangan personel dan menurunnya motivasi di kalangan pasukan cadangan.

Yehoshua lebih lanjut menekankan bahwa Israel perlu menyesuaikan harapan mereka dalam situasi ini. “Menyatakan bahwa kami dapat mengendalikan Hizbullah sembari melanjutkan operasi di Gaza dan Tepi Barat adalah sebuah ilusi. Kami bahkan tidak tahu dari mana mendapatkan cukup pasukan untuk melakukannya,” tandasnya.

Pengakuan ini muncul hanya beberapa hari setelah laporan media Israel yang menyebutkan Militer Israel menghadapi pertempuran berat di garis kedua permukiman Lebanon, sekitar 5-10 kilometer dari perbatasan Palestina yang Diduduki. Medan yang sulit, berupa lembah-lembah dan tanah berbukit, semakin memperumit situasi.

Hizbullah, yang telah melibatkan diri dalam perang yang menguras tenaga dengan pasukan Israel selama lebih dari setahun, meningkatkan intensitas operasinya sejak dua bulan terakhir menyusul eskalasi serangan Israel terhadap Lebanon.

Sebelumnya, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Hizbullah memiliki persediaan rudal yang cukup untuk membuat jutaan warga Israel di permukiman terus-menerus berlindung di tempat perlindungan. Kondisi ini, menurut laporan tersebut, melemahkan tekad Israel dan berpotensi memengaruhi posisi negosiasi negara itu.

Laporan-laporan ini mencerminkan kegagalan Israel untuk mencapai tujuannya dalam konflik melawan Kelompok Perlawanan yang tangguh, sekaligus menyoroti kerentanan yang semakin nyata di balik klaim superioritas militer mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *