Malam Serangan ke Tel Aviv: Kepanikan, Parahnya Kerusakan, dan Pecahan Rudal Hantam Permukiman
POROS PERLAWANAN – Kepanikan dan kecemasan melanda pemukim Israel setelah sebuah rudal yang ditembakkan dari Lebanon menghantam sebuah bangunan di Tel Aviv secara langsung. Para pemukim berbicara tentang kerusakan yang ditimbulkan dan dampak trauma pasca-insiden tersebut.
Menukil Al Mayadeen pada Selasa 19 November, beberapa media Israel melaporkan, “Kerusakan parah terjadi pada sebuah bangunan di Ramat Gan akibat jatuhnya rudal”, sambil mempertanyakan, “bagaimana segala sesuatu bisa berjalan seperti biasa setelah malam seperti ini?!”
Stasiun radio Kol Chai Israel dalam sebuah siaran mengatakan, “Studio radio yang terletak di dekat lokasi jatuhnya rudal juga mengalami kerusakan.” Mereka mengonfirmasi kerusakan pada gedung, peralatan teknis, dan menyebutkan bahwa karyawan radio berlindung di ruang aman yang sekaligus berfungsi sebagai sinagoga saat rudal menghantam.
Seorang pemukim perempuan mengatakan, “Saat sirene mulai berbunyi, saya tidak berpikir untuk berdiri di jendela dan mengambil gambar. Saya langsung berlari mencari perlindungan.” Ia menambahkan, “Sebuah pecahan rudal jatuh hanya 10 meter dari rumah saya, memecahkan jendela, dan tubuh saya merasakan sakit akibat trauma.”
Pemukim Mengumpulkan Pecahan Rudal di Ramat Gan
Media Israel juga melaporkan bahwa sejumlah pemukim mulai mengumpulkan pecahan rudal di kawasan Ramat Gan. “Puluhan orang berkumpul setelah rudal jatuh semalam dan mulai mengumpulkan pecahan rudal yang berserakan di daerah tersebut,” lapor seorang saksi mata.
“Mereka bahkan bertukar pecahan rudal: Saya memberimu pecahan besar, kamu memberiku dua pecahan kecil.” Media Israel mengomentari fenomena ini dengan nada heran, “Sejak kapan kebiasaan seperti ini ada? Orang-orang menganggap rudal ini seperti mainan, padahal mereka tidak menyadari bahaya sesungguhnya hingga itu menimpa mereka langsung.”
Hizbullah Lancarkan Serangan Presisi
Pada Senin malam, Hizbullah mengumumkan serangan terhadap pangkalan Tel Haim, yang berjarak 120 km dari perbatasan Lebanon-Palestina, di kota Tel Aviv. Serangan itu dilakukan menggunakan rentetan rudal presisi dan drone kamikaze, yang disebutkan mengenai targetnya dengan tepat.
Rudal yang menghantam langsung sebuah bangunan di Tel Aviv tidak mampu dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel. Media Israel memperkirakan bahwa rudal tersebut adalah jenis “Fateh 110” buatan Iran, dengan jangkauan hingga 300 km.
Komandan polisi wilayah Ramat Gan mengakui bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh “serangan langsung, bukan akibat pecahan rudal yang dicegat”. Ia juga menyatakan kekhawatirannya akan kemungkinan runtuhnya bangunan.
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Hizbullah menggunakan rudal dengan hulu ledak yang sangat berat, yang menyebabkan kehancuran besar di Ramat Gan.”
