Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Brigjend Soleimani: Umur Rezim Zionis Tidak Lama Lagi

POROS PERLAWANAN – Ketua Organisasi Basij Mustadhafin, Brigjend Gholamreza Soleimani menyatakan bahwa sebagai seorang Basiji dan prajurit yang telah merasakan pengalaman di masa Perang Pertahanan Suci, ia yakin rezim Zionis telah mengalami kekalahan. Bahkan, rezim tersebut sendiri menyadari kekalahannya dan memahami bahwa keberlangsungan mereka tidak akan bertahan lama.

Menurut laporan Kantor Berita Farsnews pada Selasa 19 November, Brigjend Soleimani, dalam acara pembaruan sumpah para Basiji terhadap cita-cita Imam Khomeini (r.a), menyampaikan penghormatan kepada seluruh syuhada. Ia mengatakan, “Bangsa besar Iran, dalam Revolusi Islam yang dipimpin oleh Pemimpin Agung Revolusi Islam, dengan menggulingkan rezim Pahlevi yang menyimpang, telah menghadapi Amerika Serikat dan berhasil mengalahkan negara tersebut.”

Revolusi Islam: Kekalahan Strategis Pertama Amerika di Wilayah Ini

“Revolusi Islam Iran adalah kekalahan strategis dan besar pertama bagi Amerika di wilayah ini dengan tumbangnya rezim Pahlevi. Amerika menderita kekalahan terbesar dalam sejarahnya selama 200 tahun berdirinya,” katanya.

Dua Tujuan Strategis Imam Khomeini (r.a)

Ketua Organisasi Basij itu menegaskan bahwa Republik Islam Iran didirikan pada 1 April 1979, yang menurutnya, Republik Islam berada di awal jalannya sebagai sebuah teori baru yang harus berkembang melalui partisipasi bangsa Iran untuk mencapai semua aspek demokrasi Islam.

“Bangsa Iran harus meraih berbagai dimensi visi demokrasi Islam,” katanya. Ia melanjutkan, “Hari ini, semua mata tertuju pada tanah suci yang digambarkan oleh Imam sebagai tujuan kedua bangsa Iran dan dunia Islam, yaitu pembebasan Al-Quds.”

Brigjend Soleimani menambahkan, “Dua tujuan strategis dan bersejarah Imam Khomeini (r.a) adalah pendirian Republik Islam dan pembebasan Palestina serta Al-Quds dari cengkeraman rezim Zionis, sebuah rezim penjajah dan palsu.”

Kesepakatan Camp David dan Pengkhianatan Anwar Sadat

Dijelaskannya, “Kemenangan Revolusi Islam terjadi bersamaan dengan ditandatanganinya Kesepakatan Camp David oleh Anwar Sadat, Presiden Mesir saat itu.”

Lebih lanjut Soleimani menjelaskan bahwa pada 1978, Anwar Sadat, sebagai pemimpin negara Arab dan Muslim, melakukan perjalanan ke tanah Palestina yang Diduduki dan mengakui rezim Zionis. Langkah ini memberikan kejutan besar bagi bangsa Arab dan Muslim, yang selama 60 tahun berperang melawan Zionis untuk menolak eksistensinya.

Intifada: Inspirasi dari Revolusi Islam

Ketua Organisasi Basij itu mengatakan, “Rakyat Palestina, di bawah cita-cita Imam Khomeini dan Revolusi Islam, memulai gerakan Intifada. Lemparan batu rakyat Palestina terhadap Zionis kini telah berkembang menjadi operasi seperti Badai al-Aqsa, jihad Hizbullah, Ansharullah, dan para pejuang Perlawanan Irak melawan rezim Zionis yang kejam.”

Ia menekankan bahwa gerakan Intifada kini telah menjadi kebangkitan rakyat dunia, dari Timur hingga Barat, melawan kejahatan rezim Zionis.

Tanpa Dukungan Amerika, Rezim Zionis Tidak Akan Bertahan 24 Jam

Brigjend Soleimani menegaskan, “Operasi Badai al-Aqsa memberikan kekalahan besar yang tak terpulihkan bagi rezim Zionis. Hizbullah Lebanon dan Kelompok Perlawanan lainnya menggagalkan semua rencana rezim ini.”

Ia menambahkan bahwa dukungan Amerika adalah satu-satunya alasan rezim Zionis masih bertahan. Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, rezim ini tidak akan mampu bertahan bahkan selama 24 jam.

Runtuhnya Ekonomi Rezim Zionis

Brigjend Soleimani menyoroti bahwa rezim Zionis juga mengalami keruntuhan ekonomi. Pelabuhan, perdagangan, pabrik, dan sektor pariwisata telah berhenti beroperasi. Para imigran Yahudi yang dibawa ke tanah Palestina kini hidup di bawah ancaman serangan, dengan ratusan ribu orang berlindung di tempat perlindungan setiap hari.

Waktu untuk Menghapus Rezim Zionis Telah Tiba

Mengutip Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, ia berkata: “Semua orang di dunia harus mengambil bagian dalam perlawanan terhadap rezim Zionis.” Menurutnya, kepercayaan dunia terhadap kekalahan rezim ini harus ditegaskan melalui media dan platform digital.

Brigjend Soleimani menyimpulkan, “Sebagai seorang Basiji dan prajurit yang telah mengalami masa perang, saya percaya bahwa rezim Zionis telah kalah. Mereka sendiri menyadari hal ini, dan umur mereka tidak lama lagi.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *