Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Kembali Gempur Israel, Bangunan di Kiryat Shmona Hancur Signifikan

POROS PERLAWANAN – Ketegangan di perbatasan selatan Lebanon dan Palestina utara terus memanas. Hizbullah melancarkan serangkaian serangan terkoordinasi terhadap pasukan rezim Pendudukan Israel, yang berusaha menyusup ke wilayah selatan Lebanon. Akibatnya, sejumlah bangunan di kota Kiryat Shmona rusak parah terkena hantaman roket yang ditembakkan dari Lebanon.

Sirene peringatan meraung-raung di berbagai wilayah Pendudukan, memicu kepanikan di kalangan warga Israel. Menurut laporan dari Al Mayadeen, serangan tersebut merupakan bagian dari aksi balasan Hizbullah terhadap infiltrasi pasukan Israel serta bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Serangan Terkoordinasi di Perbatasan

Dalam pernyataan resminya pada Rabu 20 November, Hizbullah mengungkapkan bahwa serangan dimulai sejak tengah malam. Pada pukul 12:15, kelompok ini menargetkan konsentrasi pasukan Israel di lokasi Al-Marj, dekat Wadi Hunin, dengan tembakan roket yang diluncurkan dari sekitar kota Markaba.

Di waktu yang hampir bersamaan, pasukan Perlawanan juga menghantam posisi militer Israel di pinggiran selatan kota Shama dengan tembakan artileri. Sebelumnya, pada pukul 12:10, Hizbullah melancarkan serangan ke arah posisi Israel di Jal Al-Deir, di dekat kota Maroun Al-Ras.

Hizbullah menyebut aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina yang terus bertahan di Gaza, serta sebagai upaya membela Lebanon dari agresi pasukan Pendudukan.

Drone Hizbullah Masuki Wilayah Udara Israel, Bangunan di Kiryat Shmona Rusak Parah

Laporan dari reporter Al Mayadeen mengonfirmasi bahwa salah satu roket Hizbullah menghantam bangunan di kota Kiryat Shmona, menyebabkan kerusakan signifikan. Sirene peringatan kembali berbunyi di kota tersebut, serta di daerah sekitar seperti Margaliot.

Pagi harinya, situasi semakin mencekam ketika media Israel melaporkan masuknya beberapa pesawat tanpa awak (drone) ke wilayah udara kota Shlomi, Leiman, dan Betzet. Sirene juga terdengar di kota Nahariya dan Teluk Haifa.

Dalam laporan yang sama, media Israel menggambarkan pagi hari di Haifa dan Krayot sebagai “pagi penuh ketegangan”, setelah tiga drone terdeteksi melintasi wilayah udara dan bermanuver di atas laut. Salah satu drone bahkan mampu terbang selama lebih dari 20 menit sebelum akhirnya dicegat, memaksa puluhan ribu warga berlindung di tempat aman.

Ketegangan ini menunjukkan eskalasi serius di wilayah perbatasan, dengan potensi dampak yang lebih luas terhadap stabilitas Kawasan.

Hizbullah menegaskan komitmennya untuk terus menghadang infiltrasi Israel dan mendukung perjuangan Palestina dan Lebanon di tengah meningkatnya agresi zionis terhadap Gaza dan Beirut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *