Fraksi al-Shadiqun Irak: Balasan Kami untuk Agresi Israel Bakal Mengguncangkan
POROS PERLAWANAN – Ketua Fraksi al-Shadiqun di Parlemen Irak, Habib al-Halawi menyatakan, tindakan-tindakan Menlu Israel, Gideon Sa’ar menunjukkan kegagalan Tel Aviv dalam menjustfikasi agresi dan pendiskreditan citra Irak serta al-Hashd al-Shaabi.
Diberitakan Fars, selain mengadukan faksi-faksi Perlawanan Irak ke Dewan Keamanan PBB atas serangan mereka ke Tanah Pendudukan, Israel juga terus mengulang ancaman serangan ke Irak. Bahkan sejumlah media pada hari Kamis ini berspekulasi bahwa agresi militer Rezim Zionis ke Irak akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menanggapi ancaman tersebut, al-Halawi berkata bahwa Irak bukan sebuah medan terbuka untuk diagresi. Irak adalah benteng tak tertembus dan pusat kekuatan dalam menghadapi proyek Zionis.
“Segala bentuk agresi terhadap kedaulatan kami, atau penargetan hal-hal sakral kami, akan mendapatkan balasan mengguncangkan dan menyakitkan, yang akan memaksa semua pihak mengkaji ulang opsi-opsi mereka,” tegas al-Halawi.
Dalam wawancara dengan Baghdad al-Youm, sebuah sumber di Perlawanan Irak menyatakan, sudah berbulan-bulan diprediksi bahwa Rezim Zionis akan menargetkan basis-basis Perlawanan Irak. Ia mengatakan,”Seluruh tindakan pengamanan telah dilakukan. Sebanyak apa pun jatuh korban dari kami, kami tidak akan surut langkah dalam membela saudara-saudara kami di Palestina dan Lebanon di hadapan Rezim Pendudukan.”
Sebelum ini, PM Irak, Muhammad al-Sudani dalam rapat mingguan Pemerintah Irak mengatakan,”Surat Rezim Zionis ke Dewan Keamanan PBB adalah dalih untuk menyerang Irak dan mewujudkan upaya berkelanjutannya untuk memperluas perang di Kawasan.”
Al-Sudani menegaskan, Irak akan merespons ancaman-ancaman ini. Ia juga mengatakan bahwa keputusan perang atau damai ada di tangah Pemerintah Irak. Tak satu pun pihak yang berwenang untuk merebutnya.
“Irak menentang keterlibatan dalam perang. Di saat bersamaan, Irak tetap memegang prinsipnya untuk mengakhiri perang dan berusaha membantu rakyat Palestina serta Lebanon,” kata al-Sudani.
