Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Media Israel: Kerugian di Permukiman Utara Capai Lebih dari 1,3 Miliar Dolar Akibat Serangan Hizbullah

POROS PERLAWANAN – Media Israel melaporkan bahwa kerugian akibat kerusakan di permukiman-permukiman wilayah utara mencapai total 5 miliar Shekel, setara dengan lebih dari 1,3 miliar Dolar Amerika Serikat. Kerugian ini terjadi sebagai dampak langsung dari serangan lintas perbatasan yang dilancarkan oleh Hizbullah dari Lebanon, yang telah menyebabkan kerusakan besar pada ribuan rumah.

Menurut laporan Channel 12 pada Kamis 21 November, data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 2.585 rumah di permukiman utara mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara ribuan lainnya menderita kerusakan ringan hingga sedang akibat serangan roket dan mortir.

Rincian Kerusakan Per Kota:

1. Kiryat Shmona: Kota ini menjadi salah satu yang paling terdampak, dengan lebih dari 300 rumah mengalami kerusakan. Di antara rumah-rumah tersebut, 64 di antaranya mengalami kerusakan besar, yang memerlukan perbaikan struktural serius.

2. Shlomi: Di kota ini, sebanyak 360 rumah dilaporkan rusak, meskipun belum dirinci apakah mayoritasnya termasuk kategori kerusakan besar atau ringan.

3. Metula: Sebanyak 400 rumah dilaporkan terdampak di kota ini. Dari jumlah itu, 150 rumah mengalami kerusakan berat, sementara 250 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

4. Nahariya: Kota ini melaporkan 190 rumah rusak, dengan 48 di antaranya mengalami kerusakan signifikan yang mengakibatkan beberapa keluarga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara waktu.

Konteks Serangan

Serangan dari Hizbullah, yang mencakup roket dan peluru mortir, dilaporkan terus menargetkan permukiman di wilayah utara Israel. Intensitas serangan ini menyebabkan kerugian material yang sangat besar, tidak hanya pada properti residensial, tetapi juga pada infrastruktur umum dan fasilitas lainnya.

Sumber-sumber lokal juga melaporkan bahwa banyak warga di wilayah yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Namun, proses evakuasi ini tidak hanya menciptakan tekanan psikologis bagi penduduk, tetapi juga menambah beban ekonomi pemerintah dalam menyediakan akomodasi sementara bagi para pengungsi internal.

Respons Rezim Israel

Rezim Israel kini menghadapi tekanan besar untuk mempercepat proses penilaian kerusakan dan memulai perbaikan infrastruktur yang rusak. Selain itu, ganti rugi kepada penduduk yang kehilangan rumah mereka menjadi tuntutan utama. Hingga saat ini, belum ada angka pasti mengenai jumlah kompensasi yang akan diberikan kepada korban terdampak.

Laporan ini semakin memperlihatkan eskalasi ketegangan yang berlangsung di wilayah utara Israel, di tengah konflik lintas perbatasan yang terus memanas antara Israel dan Hizbullah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *