Menhan AS: Ansharullah Anggap Diri Mereka ‘Mitra Iran’, Bukan Pengikutnya
POROS PERLAWANAN – Menhan AS, Lloyd Austin dalam sebuah jumpa pers di Laos menyatakan, kelompok Houthi di Yaman memandang diri mereka “tidak terlalu mematuhi Iran.”
Dilaporkan Fars, Austin ditanya tentang serangan-serangan Ansharullah ke kapal-kapal yang berkaitan dengan Rezim Zionis di Laut Merah. Dia menjawab,”Sejak awal kami terus melancarkan serangan ke fasilitas-fasilitas Houthi untuk melindungi diri kami.”
“Dalam beberapa pekan lalu, kalian menyaksikan beberapa serangan (AS ke Yaman). Kami akan melanjutkan tren ini hingga bisa melemahkan kekuatan Houthi semampu kami. Namun mereka relatif bertindak secara konsisten.”
“Saya berpikir bahwa di masa lalu, Houthi menganggap diri mereka sebagai pengikut Iran. Namun semakin ke sini, kita melihat bahwa mereka lebih memandang diri sebagai mitra (Iran). Kini Houthi tidak terlalu menganggap diri mereka sebagai pengikut.”
“Seperti yang kalian ketahui, Houthi menentukan keputusan-keputusan mereka sendiri. Untuk aktivitas ilegal dan berbahaya ini, mereka harus dituntut untuk bertanggung jawab.”
Seperti diketahui, sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza menyusul Operasi Badai al-Aqsa yang digagas Hamas, Ansharullah Yaman menyatakan dukungan dan pembelaannya untuk Palestina.
Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan, perairan negara tersebut haram untuk dilintasi kapal-kapal Israel atau yang berkaitan dengannya. Hingga saat ini, Angkatan Bersenjata Yaman telah menyita, menyerang, bahkan menenggelamkan sejumlah kapal yang membandel dan mengabaikan peringatan di atas.
Tak hanya kapal-kapal Israel atau yang menuju ke Tanah Pendudukan, bahkan kapal perang dan kapal induk AS pun tak luput dari serangan rudal Ansharullah.
Di bulan November ini, Angkatan Bersenjata Yaman telah melancarkan serangan terhadap USS Abraham Lincoln dan kapal perusak AS lainnya di Laut Merah. Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree mengungkapkan bahwa serangan tersebut melibatkan rudal balistik dan drone sebagai respons atas aksi militer AS di Yaman dan solidaritas terhadap Palestina di tengah serangan Israel di Gaza.
