Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Ungkap Detil Serangan di Tyre Harfa: Korban Tewas Termasuk Perwira dan Arkeolog Israel

POROS PERLAWANAN – Hizbullah, melalui ruang operasionalnya, mengungkapkan rincian serangan mematikan terhadap pasukan Israel di desa Tyre Harfa, dekat perbatasan Lebanon. Serangan yang terjadi pada Selasa malam itu mengakibatkan korban jiwa dan luka serius di pihak Israel, termasuk seorang arkeolog yang sedang berada di bawah pengawalan militer.

Serangan di Tyre Harfa: Kronologi Hizbullah

Menurut pernyataan Hizbullah, pada Kamis malam, 21 November, serangan tersebut terjadi setelah deteksi upaya infiltrasi oleh pasukan Israel yang berusaha mengamankan seorang arkeolog ke wilayah Lebanon selatan untuk menjelajahi situs arkeologi “Makam Syam’un As-Safa” di desa Syam’. Para pejuang Hizbullah telah memantau pergerakan pasukan Israel sebelum melancarkan serangan.

“Pasukan Hizbullah mulai menembaki rumah tempat pasukan Israel bersembunyi menggunakan senjata ringan dan menengah dari jarak dekat. Setelah itu, rumah tersebut dihancurkan dengan senjata berat, menewaskan dan melukai sejumlah tentara Israel,” jelas pernyataan tersebut.

Ketika pasukan Israel mencoba mengevakuasi korban dengan dukungan kendaraan lapis baja, Hizbullah kembali menyerang. “Kendaraan lapis baja tersebut dihancurkan dengan senjata berat, dan lokasi serangan disapu bersih oleh tembakan senapan otomatis,” tambahnya.

Korban di Pihak Israel

Pasca serangan, media Israel dan pihak militer mengkonfirmasi adanya korban jiwa di pihak mereka. Menurut laporan, empat tentara tewas, termasuk seorang perwira dan seorang tentara dari Batalion ke-13 Brigade Golani, serta seorang tentara dari unit elite Maglan.

Selain itu, seorang arkeolog yang menyertai misi tersebut juga dilaporkan tewas. Media Israel menyebutkan bahwa arkeolog tersebut berada di bawah pengawasan langsung komandan Brigade Golani. Tujuan kehadirannya adalah untuk mempelajari situs bersejarah di wilayah yang dianggap strategis oleh Israel.

Pengakuan Israel dan Respons Hizbullah

Meskipun Israel awalnya hanya mengakui empat korban tewas, beberapa media Israel melaporkan bahwa korban sebenarnya mencapai enam orang, termasuk mereka yang terluka parah. Militer Israel menggambarkan proses evakuasi korban sebagai “operasi yang sangat sulit,” mengingat intensitas serangan Hizbullah.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu malam, Hizbullah menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab mereka dalam mempertahankan kedaulatan Lebanon dari agresi Israel. “Kami tidak akan membiarkan setiap upaya infiltrasi musuh tanpa tanggapan tegas,” tegas pernyataan mereka.

Peningkatan Ketegangan di Perbatasan

Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di perbatasan Lebanon-Israel, seiring dengan agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza dan eskalasi konflik dengan Hizbullah di wilayah perbatasan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Hizbullah telah meningkatkan operasinya, termasuk serangan lintas perbatasan dan penghancuran pos-pos militer Israel. Ketegangan ini diprediksi akan terus meningkat, mengingat Hizbullah berulang kali menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan Palestina dan melawan dominasi Israel di kawasan.

Strategi Hizbullah dan Reaksi Israel

Serangan di Tyre Harfa menunjukkan kemampuan Hizbullah dalam memanfaatkan strategi intelijen dan serangan langsung untuk melemahkan moral dan kemampuan operasional pasukan Israel. Dengan memanfaatkan medan yang akrab bagi mereka, Hizbullah berhasil menghentikan infiltrasi Israel sekaligus menimbulkan kerugian signifikan di pihak musuh.

Sementara itu, Israel menghadapi tekanan internal dan eksternal, terutama karena meningkatnya korban dalam operasi militernya. Dengan eskalasi yang terus berlanjut, kedua belah pihak tampaknya bersiap menghadapi konfrontasi yang lebih luas di masa mendatang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *