Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Analis Zionis: Perintah Penangkapan Netanyahu Kerugian Besar Bagi Israel

Analis Zionis: Perintah Penangkapan Netanyahu Sebabkan Kerugian Besar Bagi Israel

POROS PERLAWANAN- Dikutip Mehr dari kantor berita Shehab News, analis Israel, Barak Ravid mengkhawatirkan dampak-dampak perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menangkap Benyamin Netanyahu.

Menurut Ravid, perintah penangkapan Netanyahu dan Yoav Gallant akan mendatangkan banyak kerugian kepada Rezim Zionis. Bahkan, kata Ravid, dampak-dampaknya bisa menjerat seluruh orang Israel.

“Perintah ini mungkin akan meningkatkan keterkucilan kita di level internasional. Ini akan menambah tekanan internasional agar perang di Gaza segera diakhiri. Dampak-dampak guncangan politik ini di seluruh forum internasional akan menggerus citra Israel. Bahkan bisa saja memengaruhi posisi korporasi-korporasi Israel di dunia. Ini akan menyebabkan semakin banyak boikot terhadap orang-orang Israel di berbagai bidang akademi, kebudayaan, dan olahraga,” kata Ravid.

Sementara itu, al-Mayadeen memberitakan respons Wali Kota Dearborn, Abdollah Hammoud terhadap perintah penangkapan PM Israel dan mantan Menteri Perangnya.

“Jika Netanyahu dan Gallant memasuki perbatasan kota ini, mereka akan ditangkap,” kata Hammoud.

“Mungkin Presiden AS tidak akan mengambil tindakan apa pun terhadap 2 orang ini. Namun kota-kota lain mesti mengumumkan kesiapan untuk menangkap mereka.”

“Para petinggi kota ini bisa memberikan garansi bahwa mereka tidak akan membiarkan para penjahat perang ini berkunjung secara bebas.”

ICC pada Kamis 21 November, ICC secara resmi mengumumkan perintah penangkapan tersebut. Perintah itu didasari alasan kuat bahwa Netanyahu dan Gallant diduga bertanggung jawab atas kejahatan perang, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata.

Negara-negara Eropa, para tokoh internasional, dan berbagai lembaga HAM segera merespons positif keputusan tersebut.

Belanda adalah negara yang pertama kali mengumumkan dukungan dan keinginannya untuk mengeksekusi perintah ICC. Menlu Belanda, Kasper Veldkamp menyatakan, negaranya siap menjalankan perintah internasional ICC.

Menhan Italia, Guido Crosetto mengatakan,”Jika Netanyahu melawat ke negara kami, kami berkewajiban menjalankan perintah ICC.”

Menlu Irlandia, Micheal Martin mengumumkan,”Kami meminta dari seluruh negara untuk menghormati independensi dan netralitas ICC. Kami mendukung penuh ICC dan meminta agar ICC tidak dilemahkan.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *