Menlu Iran: Lebih dari Sekadar Organisasi, Perlawanan adalah Ideologi
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, Menlu Iran, Abbas Araghchi menegaskan, Iran pasti akan membalas agresi Rezim Zionis. Pembalasan itu akan dilakukan dengan cerdas serta di waktu dan kondisi yang tepat.
“Dalam beberapa bulan lalu, kami mengamati perkembangan Kawasan dengan cermat dan cerdas. Dalam rentang waktu ini, Rezim Zionis berusaha memprovokasi Iran dan menyeretnya ke perang di Kawasan, kemudian melibatkan pihak-pihak lain di dalamnya. Namun kami bertindak cerdas agar tidak terjebak dalam perangkap Israel,” tutur Araghchi, Fars melaporkan.
“Namun terkait serangan dan kejahatan Rezim Zionis, harus kami tegaskan bahwa Israel-lah yang menyerang Iran. Jadi Iran berhak membalas. Iran akan melakukannya sebagai sebuah tindakan legal dan sesuai hukum internasional. Serangan ini pasti akan dilaksanakan.”
“Balasan terhadap agresi Rezim Zionis pasti dan tak terhindarkan. Namun terkait kondisi, waktu, dan bentuknya, itu tergantung kepada situasi yang mesti terwujud untuk mengeksekusi balasan tersebut. Kami tidak menunda-nunda, juga tidak tergesa-gesa. Operasi Janji Nyata 3 akan dilaksanakan, seperti yang dijanjikan Republik Islam Iran.”
Sehubungan dengan Perlawanan, Araghchi mengatakan,”Israel tahu benar bahwa Republik Islam Iran adalah ancaman utama untuk eksistensinya di Kawasan. Berlawanan dengan apa yang dibayangkan Israel, Perlawanan bukan sekadar sebuah struktur organisasi atau lembaga dengan beberapa pimpinan dan komandan pejuang. Perlawanan adalah sebuah ideologi dan jalan pemikiran. Perlawanan memiliki pilar-pilar sosial luas, yang mengambil pemikiran menentang hegemoni dan penindasan serta berjuang demi keadilan.”
“Israel menyangka bisa melenyapkan ideologi perlawanan dengan menargetkan para komandannya. Tentu Republik Islam Iran memiliki peran utama dalam menciptakan dan memperkuat ideologi perlawanan ini. Sebab itu, Rezim Zionis memandang Iran sebagai musuh utamanya di Kawasan. Namun mereka harus menyadari keberadaan basis dan jalan pemikiran di Kawasan yang menentang ambisi-ambisi jahat mereka.”
