Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Legislator Pakistan: Aksi Teror Parachinar Tak Ada Kaitannya dengan Isu Syiah-Sunni

Legislator Pakistan: Aksi Teror Parachinar Tak Ada Kaitannya dengan Isu Syiah-Sunni

POROS PERLAWANAN – Kota Parachinar adalah pusat distrik Kurram yang populasi utamanya adalah Muslim Syiah. Kawasan tersebut terletak di barat laut Pakistan dan merupakan bagian dari Negara Bagian Khyber Pakhtunkhwa.

Anasir teroris dan sektarian dalam beberapa tahun terakhir menargetkan warga sipil di kawasan tersebut. Ini menyebabkan sejumlah pembatasan ketat diberlakukan di sana.

Kasus terakhir terjadi pada Jumat 22 November kemarin. Kendaraan yang membawa para penumpang diserang di kawasan Kurram sehingga menewaskan 44 orang, termasuk 39 warga Syiah. Laporan menyebutkan, banyak korban serangan teror itu berasal dari kalangan wanita dan anak-anak. Sedikitnya 12 orang terluka akibat serangan tersebut. Sejauh ini, identitas para penyerang belum diketahui. Masih belum satu pun kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

Berkenaan dengan peristiwa tersebut, Mehr mewawancarai anggota Parlemen Pakistan dari Parachinar, Hamid Hossein. Berikut isi wawancara tersebut:

Jelaskan bagaimana peristiwa ini terjadi?

“Pertama-tama, saya mesti katakan bahwa sebelum serangan ini, sebuah rombongan Sunni juga menjadi sasaran serangan di tempat yang sama. Dalam peristiwa tersebut, 30 warga Sunni gugur. Rombongan itu juga disertai oleh aparat keamanan.

“Setelah itu, jalur penghubung Peshawar-Parachinar ditutup. Beberapa pekan lalu, jalur itu kembali dibuka. Setelah berunding dengan lembaga-lembaga keamanan dan pemerintahan Pakistan, warga setuju untuk melalui jalur tersebut secara berombongan dengan diiringi Militer.

“Rombongan tersebut terdiri dari beberapa kendaraan pribadi dan umum yang dibarengi sejumlah petugas keamanan. Rombongan diserang teroris saat menuju Peshawar. Akibatnya, lebih dari 43 orang gugur dan banyak musafir yang terluka. Namun tak satu pun petugas keamanan, yang bertugas melindungi rombongan, terluka. Pertanyaan kami adalah” bagaimana bisa aparat yang ditugasi melindungi para musafir tidak mengalami apa pun, namun sejumlah besar warga tewas dan terluka?”

Ada banyak peristiwa terjadi di jalur ini. Menurut Anda, bagaimana cara mengamankan jalur ini untuk para musafir, terutama warga Syiah?

“Dalam sidang di Parlemen dan rapat bersama para pejabat keamanan, militer, dan pemerintahan, saya tegaskan bahwa cara ini tidak bisa memecahkan masalah utama. Kita hanya akan menambah masalah dengan cara mengirim ratusan orang yang hanya dikawal beberapa petugas untuk melintasi jalur tersebut. Ini bukan solusi. Pertama-tama, jalur itu dan sekitarnya harus disterilkan dari teroris. Jika keamanan sekitar jalur sudah diwujudkan, para musafir tidak perlu dikawal petugas lagi.”

Menurut Anda, apa faktor-faktor di balik kejadian-kejadian ini?

“Sering dikatakan bahwa ada masalah Sunni-Syiah di Parachinar. Padahal kami sudah lama hidup berdampingan dengan rukun tanpa problem apa pun. Dalam peristiwa terbaru ini, lebih dari 30 orang berhasil menyelamatkan diri dari tangan para teroris. Mereka pergi ke rumah warga Sunni dan mendapatkan perlindungan di sana. Warga Sunni menjamu mereka dengan sangat baik. Bahkan sebagian warga lokal di sana mengumumkan melalui medsos dan media bahwa mereka tidak terlibat sama sekali dalam kejahatan tersebut.

“Jadi bisa kami katakan, kejahatan ini didalangi oleh sebuah kekuatan lain dengan tujuan-tujuan tertentu yang hingga kini belum kami ketahui.”

Media-media melaporkan, konflik di Parachinar disebabkan perebutan sepetak tanah. Apakah masalah ini tidak bisa diatasi?

“Terkait konflik tentang kepemilikan tanah, harus saya katakan bahwa dari seluruh kawasan perbatasan ini, hanya Kurram yang memiliki sertifikat kepemilikan. Warga Syiah dan Sunni tinggal di Kurram. Jika Pemerintah atau lembaga-lembaga keamanan menghendaki, mereka bisa saja menyelesaikannya dalam tempo sehari, sebab semua dokumen yang diperlukan sudah ada. Jadi, konflik ini tidak disebabkan perebutan tanah. Ada sebuah kekuatan yang menginginkan terjadinya perselisihan di Parachinar. Mereka tidak berniat mengatasinya.”

Saat ini, apa permintaan utama Anda dari Pemerintah dan lembaga-lembaga Pakistan? Apakah syuhada telah dimakamkan?

“Seluruh syuhada telah dikebumikan. Namun unjuk rasa dan demo masih berlangsung di Parachinar dan seluruh Pakistan. Mengingat bahwa Militer dan aparat keamanan, yang ditugasi oleh Pemerintah untuk melindungi warga, tidak bisa berbuat apa-apa, tuntutan kami adalah mengaktifkan pasukan lokal yang terdiri dari para pemuda Syiah dan Sunni. Pasukan keamanan yang kadang melakukan tindakan tendensius harus dikeluarkan dari Parachinar.”

Ada hal lain yang ingin Anda sampaikan?

“Solusi semua masalah adalah persatuan dan kekompakan di tengah Muslimin. Warga Syiah dan Sunni di Parachinar harus tahu, ada kekuatan yang mengadu domba kita dan menyalahgunakan konflik ini demi tujuan-tujuan jahatnya. Maka, kita harus bersatu dan mengenali kekuatan-kekuatan domestik dan musuh-musuh utama kita. Ini adalah jalan keselamatan kita.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *