Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pemimpin Tertinggi Iran: Tak Cukup Hanya Ditangkap, Netanyahu Layak Dihukum Mati!

Pemimpin Revolusi Islam: Penangkapan Tidak Cukup, Netanyahu Harus Dihukum Mati!

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei menegaskan bahwa kejahatan perang yang dilakukan rezim Zionis di Gaza dan Lebanon tidak akan membawa mereka pada kemenangan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato di hadapan ribuan anggota Basij dari berbagai lapisan masyarakat pada Senin pagi 25 November, di Tehran. Beliau menekankan bahwa surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, tidaklah cukup. Hukuman mati, menurutnya, adalah hukuman yang layak bagi Netanyahu dan para pemimpin Zionis lainnya yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Ayatullah Khamenei menyebut Basij sebagai fenomena unik yang mencerminkan budaya, identitas nasional, dan sejarah Iran. Beliau menekankan bahwa gerakan ini harus terus diperkuat dengan fokus pada kualitas dan nilai-nilai dasar yang berakar pada keimanan kepada Tuhan dan kepercayaan diri.

Keputusan Tegas untuk Netanyahu dan Kejahatan Zionis

Ayatullah Khamenei menyoroti kegagalan rezim Zionis di medan pertempuran Gaza dan Lebanon meskipun mereka terus melancarkan serangan brutal terhadap warga sipil. “Mereka tidak akan pernah menang. Surat perintah penangkapan Netanyahu saja tidak cukup. Hukuman mati adalah keadilan yang sejati untuknya dan para pemimpin kriminal lainnya,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kejahatan perang Israel justru semakin menguatkan tekad perlawanan rakyat Palestina dan Lebanon.

“Ketika seorang pemuda pemberani Palestina atau Lebanon menyadari bahwa dirinya berada dalam ancaman, baik di medan perang maupun dalam kehidupan sehari-hari, satu-satunya pilihan yang tersisa adalah melawan. Dengan tindakan mereka, para petinggi Zionis secara tidak langsung memperluas jangkauan perlawanan,” jelas Ayatullah Khamenei.

Basij: Pilar Identitas Nasional dan Kekuatan Perlawanan

Pemimpin Tertinggi menjelaskan bahwa Basij tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai gerakan budaya, sosial, dan nasional. Basij lahir dari visi strategis Imam Khomeini pada Desember 1979, hanya tiga minggu setelah penyitaan Kedutaan Besar AS di Tehran. Imam Khomeini mengubah ancaman besar dari kekuatan asing menjadi peluang dengan mendirikan jaringan yang kokoh, berakar pada identitas budaya dan sejarah Iran.

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa dua pilar utama Basij, yaitu keimanan kepada Tuhan dan kepercayaan diri, telah menjadi dasar kekuatan mereka. Pilar ini memungkinkan Basij untuk melawan kebijakan dan rencana kekuatan imperialis dunia, termasuk Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

“Basij adalah senjata melawan penghinaan yang dilakukan kekuatan asing terhadap bangsa-bangsa lain. Dengan keimanan dan kepercayaan diri, mereka menolak tunduk pada tekanan atau tipu daya kekuatan imperialis,” katanya.

Beliau juga menyoroti bahwa kekuatan imperialisme sering kali menggunakan penghinaan sebagai alat untuk melemahkan bangsa-bangsa. Pemimpin Revolusi menyebut tindakan meremehkan kemampuan bangsa-bangsa dan merendahkan mereka adalah kebijakan permanen para penjajah. Beliau menambahkan, berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Firaun merendahkan dan mempermalukan bangsanya sendiri agar mereka patuh kepadanya. Namun, Firaun lebih bermartabat dibandingkan para penguasa Amerika dan Eropa saat ini, karena mereka tidak hanya merendahkan bangsa mereka sendiri, tetapi juga bangsa-bangsa lain demi menjarah keuntungan dan sumber daya mereka,” ujarnya.

Perlawanan yang Tak Terhindarkan

Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa kejahatan yang dilakukan Israel di Gaza dan Lebanon tidak hanya gagal mencapai tujuan mereka, tetapi juga memperkuat semangat perlawanan. “Pemuda Palestina dan Lebanon kini melihat bahwa mereka tidak memiliki pilihan selain melawan. Dengan tindakan mereka, Zionis telah menjadi penyebab utama perluasan perlawanan di Kawasan ini,” tegasnya.

Beliau juga menyatakan bahwa Front Perlawanan yang ada saat ini akan berkembang jauh lebih luas di masa depan. “Ini adalah keharusan sejarah yang tidak dapat dihindari,” tambah Ayatullah Khamenei.

Misi Basij ke Depan

Ayatullah Khamenei menekankan perlunya memperkuat dan memperdalam aktivitas Basij melalui peningkatan kualitas pendidikan, diskusi, serta pembentukan kelompok belajar dan penelitian. Basij, menurutnya, harus terus memainkan perannya sebagai pendukung aktif bagi lembaga-lembaga pemerintahan, meskipun tidak semua pemerintah menghargai kontribusi mereka.

Beliau juga mengingatkan pentingnya Basij untuk memahami dan melawan rencana imperialisme di kawasan Timur Tengah. “Amerika Serikat memiliki visi untuk wilayah ini yang hanya terdiri dari dua pilihan: kediktatoran atau kekacauan. Basij harus berdiri teguh melawan kedua skenario tersebut,” tegasnya.

Penutup

Ayatullah Khamenei menutup pidatonya dengan mengingatkan bahwa semangat dan visi Basij telah membuktikan efektivitasnya dalam menghadapi tantangan besar di berbagai bidang, baik militer, sosial, ilmiah, maupun politik. Beliau menegaskan bahwa perjuangan melawan imperialisme dan rezim Zionis akan terus berlanjut hingga kemenangan akhir tercapai.

Di awal pertemuan, Kepala Organisasi Basij, Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani memberikan laporan tentang kapasitas dan kesiapan Basij dalam melayani negara di berbagai bidang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *