Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Bouhabib: Tak Pernah dan Tak Bakal Ada Perseteruan antara Militer Lebanon dan Hizbullah

Menlu Lebanon Tegaskan Militer Negaranya Tak Pernah Berseteru dengan Hizbullah

POROS PERLAWANAN – Menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Israe, Menlu Lebanon, Abdollah Bouhabib pada Rabu malam 27 November kembali menegaskan berlanjutnya perlawanan di Lebanon.

“Tanpa mengindahkan pandangan yang dimiliki orang-orang Barat, Hizbullah adalah gerakan perlawanan bagi bangsa Lebanon,” tegas Bouhabib saat diwawancarai al-Jazeera, diberitakan Tasnim.

“Dengan adanya pendudukan, keberadaan Perlawanan akan dibenarkan. Selama masih ada pendudukan, Perlawanan juga bakal tetap ada.”

“Setelah tercapainya gencatan senjata terbaru, Lebanon masih berkomitmen untuk menjalankan Resolusi 1701 Dewan Keamanan secara utuh. Israel juga harus menjalankannya. Jika Israel mulai melanggar Resolusi 1701, itu berarti mereka tidak mematuhi gencatan senjata. Kami tegaskan kembali bahwa seluruh pihak Lebanon berkomitmen menjalankan resolusi ini.”

Terkait jadwal mundurnya pasukan Rezim Zionis dari tanah Lebanon, Bouhabib mengatakan,’Tidak ada keraguan bahwa serdadu terakhir Israe akan mundur setelah berlalunya 60 hari. Dalam rentang waktu ini, Militer Lebanon praktis akan mulai bergerak menuju selatan. Dalam tempo 60 hari, sebanyak 5 ribu personel militer akan ditambahkan ke 5 ribu personel lain yang sudah berada di selatan. Selain itu, jumlah pasukan UNIFIL di selatan akan bertambah menjadi 10 ribu personel agar bisa menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.”

Bouhabib menepis spekulasi munculnya perselisihan antara Militer Lebanon dan Hizbullah. Ia menyatakan, tidak pernah ada perseteruan antara kedua belah pihak.

“Hizbullah telah setuju menjalankan gencatan senjata saat ini secara penuh. Wakil Hizbullah di Pemerintahan Lebanon juga telah menyepakatinya. Dalam beberapa dekade lalu, tidak pernah ada konfrontasi antara Militer Lebanon dan Hizbullah. Dan setelah ini juga tidak bakal ada,” tandasnya.

Gencatan senjata antara Lebanon dan Israel berlaku sejak pukul 04.00 pagi waktu Beirut. Kedua belah pihak yang bersengketa telah menghentikan serangan-serangan mereka.

Sejak awal munculnya suara-suara terkait gencatan senjata ini, para petinggi dan pemukim Zionis, terutama dari utara Tanah Pendudukan, menghujani Benyamin Netanyahu dengan kritik pedas.

Mereka menyatakan, Netanyahu tidak bisa mewujudkan tujuan paling sederhana dari perang di Lebanon, yaitu mengembalikan keamanan ke permukiman-permukiman Zionis di utara. Alih-alih, Netanyahu justru mengangkat bendera putih di hadapan Hizbullah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *