Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Didukung Turki, Kelompok Pemberontak Tahrir al-Sham dan Faksi Oposisi Lancarkan Serangan ke Pos Tentara Suriah di Aleppo

POROS PERLAWANAN – Ribuan militan dari berbagai kelompok bersenjata melancarkan serangan besar-besaran ke posisi tentara Suriah di barat Kota Aleppo, Suriah Utara. Menurut sumber lokal di Idlib yang dikutip Al-Mayadeen, pada Rabu 27 November, Haiat Tahrir al-Sham (HTS) memerintahkan seluruh rumah sakit di kota dan perdesaan sekitar untuk menghentikan operasi bedah bagi warga sipil, demi memusatkan upaya pada penanganan korban luka akibat pertempuran.

Gabungan pasukan HTS dan kelompok bersenjata yang dikenal sebagai Tentara Nasional memulai serangan ini dari perdesaan timur Idlib hingga barat Kota Aleppo. Operasi tersebut, yang diberi nama “Mencegah Agresi”, diluncurkan pada Rabu dini hari, dengan koordinasi penuh melalui ruang komando gabungan HTS dan Tentara Nasional.

Serangan diawali dengan gempuran roket multi-peluncur dan mortir, membuka jalan bagi pasukan infanteri yang menyerang titik pertahanan strategis tentara Suriah di Qubtan al-Jabal, Bala, dan Syeikh Aqil, kawasan barat Aleppo.

Sebagai respons, tentara Suriah, dengan dukungan pesawat pengintai dan kekuatan udara gabungan Suriah-Rusia, melancarkan serangan udara massif di garis depan pertempuran. Serangan tersebut juga menargetkan jalur suplai HTS, mulai dari pintu masuk Kota Idlib hingga pangkalan militer Bandara Tiftanaz di timur Idlib.

Dukungan Turki dalam Serangan

Sumber-sumber lapangan mengonfirmasi bahwa Tentara Nasional, yang didukung oleh Turki, turut ambil bagian dalam operasi ini. Hal ini semakin menguatkan tuduhan tentang keterlibatan Ankara dalam mendukung HTS, meskipun kelompok tersebut masuk dalam daftar organisasi teroris internasional.

Dukungan Turki diyakini bertujuan memperkuat posisi militer HTS di medan perang, terutama setelah negosiasi antara Ankara dan Pemerintah Suriah terkait normalisasi hubungan menemui jalan buntu. Beberapa pengamat menilai langkah ini sebagai strategi Ankara untuk meningkatkan tekanan terhadap Damaskus agar bersedia kembali ke meja perundingan.

Situasi Medan Tempur

Hingga saat ini, bentrokan di medan perang masih berlangsung dengan sengit. Tidak ada peta kendali wilayah yang jelas terkait posisi yang berhasil direbut kelompok bersenjata. Sementara itu, klaim keberhasilan yang tersebar melalui media sosial kelompok tersebut telah dibantah oleh sumber militer Suriah. Menurut sumber itu, serangan akan terus dilawan hingga seluruh upaya kelompok bersenjata sepenuhnya digagalkan.

Dalam konteks kemanusiaan, sumber-sumber di Idlib menegaskan bahwa HTS telah mengalihkan prioritas pelayanan kesehatan di rumah sakit untuk menangani korban luka akibat serangan, sehingga operasi bedah bagi warga sipil terpaksa dihentikan.

Serangan Sebelumnya oleh Suriah-Rusia

Pada Oktober lalu, Angkatan Udara gabungan Suriah-Rusia melancarkan serangan udara ke posisi HTS di perdesaan Idlib dan Latakia. Serangan tersebut menargetkan pusat pelatihan militer, gudang penyimpanan senjata, dan sebuah terowongan bawah tanah di sekitar Kota Benin, Jabal al-Zawiya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Damaskus dan Moskow untuk melemahkan kekuatan HTS, yang terus menjadi ancaman signifikan di wilayah tersebut. Namun, dinamika terbaru di Aleppo menunjukkan bahwa konflik di Suriah Utara masih jauh dari kata selesai, dengan berbagai pihak terus memperkuat posisi masing-masing di medan perang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *