Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Demi Menjaga Kedaulatan dan Martabat Lebanon, ‘Mata Mereka Terus Mengawasi, dan Jari Mereka Tetap di Pelatuk’

POROS PERLAWANAN – Perlawanan Islam Lebanon, Hizbullah merilis pernyataan resmi ke-4638, mengungkap berbagai dimensi keberhasilan rinci dari Operasi Militer yang telah dilakukan selama berbulan-bulan.

Pernyataan resmi itu ditujukan kepada seluruh pendukung Poros Perlawanan dan pendukungnya. Dalam pernyataan, Hizbullah melaporkan berbagai operasi yang telah dilakukan serta memaparkan narasi terkait pertempuran yang terus berlangsung melawan pendudukan Israel.

Latar Belakang dan Detil Pernyataan

Setelah lebih dari 13 bulan perang, gencatan senjata resmi mulai berlaku di Lebanon. Pada momen ini, pada Rabu, 27 November 24 (tanggal dirilisnya pernyataan), Pusat Operasi Perlawanan Islam merilis laporan ke-4638 yang memberikan gambaran rinci tentang perkembangan di medan tempur.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan:

1. Dukungan Berkelanjutan

Perlawanan Islam menyatakan bahwa operasi mereka bertujuan untuk:

-Mendukung rakyat Palestina yang terus melawan dengan keberanian luar biasa.

– Melindungi rakyat Lebanon yang tetap teguh menghadapi ancaman dan agresi.

– Memenuhi seruan mendiang pemimpin mereka, Sayyid Hassan Nasrallah (semoga Allah memuliakannya), serta pemimpin saat ini, Syekh Naim Qasim, yang terus memberikan arahan strategis untuk perlawanan.

2. Kesetiaan dan Jihad Tanpa Henti

Selama lebih dari 13 bulan konflik, perlawanan berhasil mencapai kemenangan strategis. Mereka menunjukkan ketangguhan di medan perang, menghancurkan ambisi Israel, dan mempertahankan integritas serta semangat juang meskipun menghadapi serangan besar-besaran.

Operasi Militer: Data dan Statistik

Jumlah Operasi

Sejak dimulainya operasi “Badai Al-Aqsa” pada 8 Oktober 2023, Perlawanan Islam melancarkan 4.637 operasi militer yang diumumkan dalam kurun waktu 417 hari (rata-rata 11 operasi per hari).

Dari jumlah tersebut, 1.666 operasi dilakukan sejak dimulainya serangan Israel terhadap Lebanon pada 17 September 2024 dengan nama operasi “Uli Al-Ba’s” (rata-rata 23 operasi per hari).

Cakupan Operasi

Operasi-operasi ini mencakup:

1. Serangan terhadap pangkalan militer, barak, dan situs strategis Israel di sepanjang perbatasan Lebanon-Palestina hingga jauh melewati Tel Aviv.

2. Perlawanan terhadap infiltrasi darat pasukan Israel ke wilayah Lebanon.

3. 105 Operasi Khaybar yang menargetkan pangkalan militer, fasilitas keamanan strategis, dan infrastruktur penting Israel untuk pertama kalinya dalam sejarah konflik.

Persenjataan yang Digunakan

Operasi-operasi ini melibatkan:

Peluncuran roket balistik presisi tinggi.

– Serangan drone serang canggih (drone Kamikaze).

– Serangan jarak jauh yang mencapai lebih dari 150 km ke dalam wilayah pendudukan Palestina, termasuk wilayah di luar Tel Aviv.

Kerugian Pihak Israel Sejak Dimulainya Serangan Darat

Kerugian Israel yang tercatat sejak 1 Oktober 2024 ketika mereka meluncurkan serangan darat ke wilayah Lebanon:

1. Kehilangan Personel Militer

  • 130 tentara dan perwira tewas.
  • Lebih dari 1.250 tentara terluka.

2. Kerusakan Peralatan Militer

  • 59 tank Merkava dihancurkan.
  • 11 buldoser militer, 2 kendaraan Hummer, 2 kendaraan lapis baja, dan 2 pengangkut personel hancur.
  • 6 drone Hermes 450, 2 drone Hermes 900, serta 1 quadcopter ditembak jatuh.

3. Kerugian Tambahan

Kerugian ini belum termasuk kehancuran infrastruktur militer, pangkalan, dan fasilitas Israel yang terkena serangan langsung di berbagai wilayah pendudukan.

Keberhasilan Perlawanan Melawan Infiltrasi Israel

Pusat Operasi Perlawanan menekankan bahwa:

1. Israel Gagal Menguasai Wilayah

Sepanjang serangan darat, Israel tidak mampu menguasai atau mempertahankan desa-desa di garis depan meskipun mengalami serangan berulang. Desa seperti Bayyada, Syam, dan Khyam menjadi saksi kekalahan Israel setelah mereka gagal mendirikan zona militer dan keamanan seperti yang mereka rencanakan.

2. Kegagalan Strategi Israel

Israel gagal menghentikan peluncuran roket dan drone dari wilayah perbatasan Lebanon. Bahkan hingga hari terakhir agresi, serangan perlawanan terus mengenai wilayah pendudukan.

3. Keberhasilan Perlawanan

Dengan strategi pertahanan berbasis zona, Perlawanan Islam telah menyiapkan lebih dari 300 garis pertahanan di selatan Sungai Litani. Setiap zona dirancang dengan persenjataan dan pejuang yang siap tempur, menjadikan wilayah seperti Bayyada dan Khyam sebagai kuburan bagi ambisi Israel.

Pesan kepada Rakyat Lebanon dan Dunia

Kepada Rakyat Lebanon:

Perlawanan Islam menyampaikan penghargaan mendalam kepada rakyat Lebanon yang telah menunjukkan ketangguhan luar biasa. Dengan pengorbanan yang tak tergoyahkan, rakyat telah menghancurkan ilusi musuh dan menjadi kunci keberhasilan perjuangan.

Kepada Dunia:

Perlawanan Islam menegaskan komitmennya untuk terus melindungi rakyat Lebanon dan mendukung perjuangan rakyat Palestina. Mereka berjanji untuk tetap berada di garis depan melawan ketidakadilan, menjaga kehormatan Yerusalem, dan menginspirasi generasi mendatang untuk terus memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan.

“Mata mereka akan terus mengawasi, dan jari mereka akan tetap di pelatuk,” demi menjaga kehormatan, kedaulatan, dan martabat Lebanon serta rakyatnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *