Hari Kedua Pertempuran Tentara Suriah Melawan Teroris Dukungan Turki di Barat Laut
POROS PERLAWANAN – Kelompok-kelompok teroris dukungan Turki terus intensif melancarkan serangan baru di barat laut Suriah beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan di Lebanon. Kini serangan mereka ke arah kota strategis Aleppo meskipun sejauh ini menderita kerugian besar.
Menukil laporan Kantor Berita Farsnews pada Kamis sore 28 November, sejak Rabu, ribuan anggota kelompok teroris yang tergabung dalam Tahrir al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra) meluncurkan operasi bertajuk “Pencegahan Agresi” di barat laut Suriah. Mereka memanfaatkan persenjataan seperti peluncur roket dan mortir untuk mendorong serangan darat ke posisi militer Suriah di barat Aleppo.
Operasi ini dimulai oleh ruang komando teroris bernama Fath al-Mubin, beberapa jam setelah gencatan senjata di Lebanon, dan hingga kini pertempuran sengit masih berlangsung. Kelompok Tahrir al-Sham dilaporkan terus mengirimkan bala bantuan serta peralatan tambahan ke garis depan melawan militer Suriah.
Koalisi Teroris di Barat Aleppo
Kelompok-kelompok yang tergabung dalam operasi ini mencakup Tahrir al-Sham, Kuwa al-Musytaraka, Jabhat al-Shamiyah, Jaisy al-Izza, Saqur al-Syamaliyah, Ansar al-Tawhid, Partai Turkistan, Majelis Revolusioner Ahl al-Syam, dan Ahrar al-Sham.
Menurut laporan al-Mayadeen, oposisi bersenjata yang dikenal sebagai Tentara Nasional Suriah, yang didukung oleh Turki, juga terlibat dalam pertempuran ini bersama Tahrir al-Sham.
Sebagai respons, militer Suriah melancarkan serangan artileri berat ke posisi Tahrir al-Sham di daerah al-Bara, Deir Sunbul, dan Maarabalit di selatan Idlib. Selain itu, posisi kelompok ini dan Ansar al-Tawhid di desa al-Mashik, al-Qarqur, dan Kherbah al-Naqus di barat Hama juga menjadi target. Dengan dukungan Rusia, militer Suriah meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap jalur suplai Tahrir al-Sham dan Partai Islam Turkistan di dua front utama: Darat Izza dan Qubtan al-Jabal di pinggiran barat Aleppo.
Korban dan Situasi Terkini
Menurut sumber Suriah, lebih dari 100 anggota teroris, mayoritas berkebangsaan Turki, tewas dalam pertempuran sehari terakhir. Serangan udara gabungan antara Suriah dan Rusia terus berlangsung hingga pagi ini, sementara militer Suriah telah mengirimkan lebih banyak pasukan ke garis depan.
Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdulrahman melaporkan bahwa kelompok Tahrir al-Sham, dengan bantuan Tentara Nasional Suriah, telah menguasai 20 desa di pinggiran barat Aleppo. Meskipun militer Suriah berhasil merebut kembali beberapa desa, pertempuran dan kemajuan kelompok teroris terus berlanjut.
Beberapa media bahkan menyatakan bahwa teroris kini menguasai sekitar 45 desa di provinsi Aleppo dan telah mencapai 25 kilometer dari pusat kota Aleppo. Salah satu lokasi strategis yang dikuasai teroris adalah Pabrik al-Za’tari di pinggiran Urum al-Kubra, sementara pertempuran di sekitar area tersebut masih berlangsung.
Signifikansi Strategis
Salah satu posisi penting lainnya yang direbut adalah Haider Darkal, yang terletak di selatan pangkalan militer Turki. Posisi ini menjadi garis depan antara militer Suriah dan teroris Tahrir al-Sham sejak 2020. Para ahli militer menilai bahwa kawasan ini adalah kunci untuk menguasai daerah Salum dan Qubtan al-Jabal, di mana kelompok Tahrir al-Sham telah maju beberapa kilometer.
Menurut laporan Anadolu Agency, kelompok teroris kini telah mendekati jarak 8 kilometer dari Aleppo dan menguasai sejumlah desa penting, termasuk al-Syaikh Aqil, Qubtan al-Jabal, Tel al-Raqib, Tel al-Dababah, Ayn Jarrah, dan Kafr Bassin. Wilayah yang kini berada di bawah kendali mereka mencakup sekitar 138 kilometer persegi. Target utama mereka tampaknya adalah jalan raya strategis M5, yang hanya berjarak beberapa meter dari garis depan.
Respons Militer Suriah
Sejak pagi ini, militer Suriah mempercepat pengerahan pasukan dan peralatan berat ke wilayah barat Aleppo. Unit-unit dari Divisi 25 Pasukan Khusus dengan cepat dipindahkan ke daerah tersebut untuk menghadapi ancaman yang berkembang.
Pertempuran sengit juga dilaporkan terjadi di kota al-Mansoura, dengan teroris yang mengalami kerugian besar namun tetap melanjutkan serangan. Sementara itu, di wilayah timur Idlib, pertempuran berlanjut di mana kelompok teroris mengeklaim telah menguasai desa Dadikh dan Kafr Batikh.
Analisis dan Implikasi
Para analis menilai bahwa pembukaan front baru di Suriah ini berkaitan erat dengan upaya Hizbullah untuk memulihkan logistik dan persenjataan melalui jalur Suriah. Mereka melihat konflik ini sejalan dengan kepentingan Israel, karena stabilitas di Suriah menguntungkan Poros Perlawanan dan mendukung upaya penguatan Hizbullah di Lebanon.
