Dalam Lawatannya ke Ankara, Menlu Iran Tegaskan Dukungan Penuh untuk Suriah
POROS PERLAWANAN – Dalam kunjungan resminya ke Ankara, pada Senin 2 Desember, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran siap memberikan dukungan penuh kepada Suriah dalam menghadapi ancaman dari kelompok teroris. Araghchi menyampaikan bahwa Pemerintah dan Militer Suriah mampu mengatasi situasi sulit ini dengan bantuan dari Kelompok Perlawanan.
Berbicara kepada wartawan di Ankara, Araghchi menekankan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memperkuat dialog dengan pejabat senior Turki, termasuk Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan. “Ada kekhawatiran bersama yang perlu dibahas, terutama terkait situasi di Suriah dan perkembangan Kawasan,” ujarnya.
Kunjungan Strategis ke Damaskus
Sebelum tiba di Ankara, Araghchi melakukan kunjungan resmi ke Damaskus dan bertemu Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Ia menggambarkan pertemuan itu sebagai “diskusi yang konstruktif” mengenai tantangan yang dihadapi Suriah di tengah serangan teroris.
“Situasinya sulit, tetapi Pemerintah Suriah tetap teguh dalam menghadapi konspirasi yang dirancang kelompok Takfiri. Mereka telah menghadapi situasi lebih berat di masa lalu, seperti saat ISIS memicu perang saudara. Kali ini, mereka juga akan mampu mengatasi ancaman tersebut,” kata Araghchi.
Menurutnya, kelompok-kelompok teroris Takfiri melihat peluang dari meningkatnya ketegangan akibat agresi rezim Zionis di Palestina dan Lebanon. Namun, ia menegaskan, “Ini adalah kesalahan kalkulasi besar. Pemerintah dan militer Suriah mampu melawan mereka, dan Iran siap memberikan dukungan apa pun yang diperlukan.”
Diplomasi Kawasan untuk Stabilitas
Kunjungan Araghchi ke Ankara merupakan bagian dari upaya diplomasi yang lebih luas. Pada Oktober lalu, ia mengunjungi Istanbul untuk menghadiri pertemuan format 3+3 bersama pejabat tinggi Kawasan, termasuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Sebelumnya, ia juga bertemu dengan pejabat di Amman dan Kairo untuk membahas cara menghentikan kekerasan yang dilakukan rezim Zionis terhadap Gaza dan Lebanon.
Di tengah situasi yang terus berkembang, Araghchi juga mengadakan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Suriah dan Rusia guna membahas langkah-langkah strategis menghadapi ancaman di Suriah.
Peta Jalan Baru di Kawasan
Dukungan Iran terhadap Suriah mencerminkan posisinya dalam upaya menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah yang tengah bergolak. Dalam beberapa pekan terakhir, Suriah menghadapi tekanan baru dari kelompok teroris yang memanfaatkan momentum konflik regional. Namun, Araghchi menegaskan bahwa Iran akan tetap menjadi sekutu utama Suriah, mendukung tidak hanya Pemerintah, tetapi juga Militer dan rakyatnya dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan mereka.
Langkah diplomatik Araghchi di Ankara dan Damaskus menggarisbawahi komitmen Iran untuk terus memainkan peran utama dalam menjaga stabilitas Kawasan, sekaligus memastikan bahwa Suriah tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal.
