Untuk Kelima Kalinya, Serangan Drone Israel Kembali Hantam Rumah Sakit Kamal Adwan
POROS PERLAWANAN – Terhitung 425 hari telah berlalu sejak perang di Gaza dimulai, dan menurut Emir Qatar, wilayah ini hampir sepenuhnya hancur.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews, pada Rabu 4 Desember, perang Gaza telah memasuki hari ke-425. Di tengah kabar mengenai kemajuan negosiasi pertukaran tahanan antara Hamas dan Militer Israel, pasukan Pendudukan Israel terus melancarkan pemboman dan serangan artileri tanpa henti, terutama di wilayah utara Gaza.
Sementara itu, di tengah memburuknya krisis kemanusiaan, para Menteri Luar Negeri Prancis, Inggris, dan Jerman meminta Israel untuk mempermudah masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan. Kementerian Luar Negeri Prancis, melalui media sosial X, mengumumkan bahwa ketiga menteri luar negeri tersebut mengirimkan surat kepada mitra Israel mereka, meminta pembukaan kembali jalur penyeberangan dan distribusi bantuan kemanusiaan yang segera, aman, dan tanpa hambatan. Kementerian tersebut menambahkan, “Prancis, Inggris, dan Jerman meminta Israel untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum kemanusiaan internasional dan melindungi warga sipil”.
Di sisi lain, seorang pejabat senior Hamas mengungkapkan bahwa pertemuan di Kairo bersama perwakilan Fatah menunjukkan kemajuan signifikan dalam kesepakatan untuk membentuk komite sipil guna mengelola Gaza setelah perang berakhir. Sejak Sabtu, pertemuan dengan perwakilan dan pemimpin kelompok Palestina serta tokoh masyarakat berlangsung di Kairo untuk mencari solusi bagi pengelolaan Gaza serta membantu menyelesaikan negosiasi gencatan senjata yang terhenti.
Berikut perkembangan terbaru pada hari ke-425 Badai Al-Aqsa:
Serangan Artileri Hebat di Deir al-Balah
Pasukan Pendudukan Israel pada dini hari tadi melancarkan serangan artileri intensif ke wilayah timur Deir al-Balah, yang terletak di tengah Gaza. Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hossam Abu Safieh mengungkapkan bahwa untuk kelima kalinya, rezim Pendudukan Israel menyerang rumah sakit ini secara brutal dan kejam.
Ia menjelaskan bahwa serangan kali ini kembali menargetkan tim medis. Tiga orang staf medis mengalami luka-luka, salah satu di antaranya dalam kondisi kritis dan sedang menjalani operasi rumit di ruang operasi.
Menurutnya, rumah sakit ini menjadi sasaran serangan Militer Israel setiap hari.
Sementara Emir Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Thani, saat kunjungan ke Inggris menyatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk Gaza yang “hampir sepenuhnya hancur”.
