Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Koalisi Takfiri Pecah Akibat Berebut Rampasan Perang

POROS PERLAWANAN – Pada Kamis 4 Desember, terjadi perkembangan penting di dalam Ruang Operasi Fajr al-Hurriya yang mengeluarkan pernyataan keras mengecam Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Tak lama setelah pernyataan tersebut diterbitkan, dua kelompok bersenjata yang tergabung dalam Fajr al-Hurriya mengungkapkan ketidaksetujuan mereka, menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam keputusan tersebut dan menyerukan pentingnya menjaga persatuan.

Pertikaian Rampasan Perang

HTS, dalam upaya merebut bagian besar dari rampasan perang, menyerbu Kawasan Industri Sheikh Najjar untuk mengambil senjata dan peralatan yang ditinggalkan, dan kemudian menuju Pembangkit Listrik Tenaga Panas Aleppo, dengan tujuan mengusir pasukan Jaish al-Watani dari wilayah tersebut. Setelah bentrokan singkat, sebagian pasukan HTS bergerak menuju Bandara Militer Kuweires, memicu perintah dari Fajr al-Hurriya untuk pasukan mereka di Deir Hafer untuk kembali dan melindungi bandara dari perebutan oleh HTS.

Pernyataan Kritis Fajr al-Hurriya terhadap HTS

Fajr al-Hurriya, dalam pernyataannya, mengkritik keras HTS, menyoroti kebijakan lama mereka yang terus menyerang wilayah yang sudah dikuasai oposisi dengan dalih “membebaskan wilayah yang sudah dibebaskan”. Fajr al-Hurriya juga menegaskan bahwa pasukan mereka telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk melawan QSD dan tentara Suriah, dan tidak memiliki kekuatan lebih untuk melindungi diri dari serangan HTS. Selain itu, mereka meminta kelompok bersenjata lain dalam Ruang Operasi Fath al-Mubin untuk mengungkapkan sikap mereka terhadap tindakan HTS.

Pernyataan Pasukan Gabungan: Penolakan terhadap Kritik

Beberapa jam setelah pernyataan Fajr al-Tawhid terhadap HTS, Divisi Hamzah dan Sultan Sulaiman Shah merilis pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam penerbitan kritik tersebut dan mengecamnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya menjaga persatuan di antara semua kelompok bersenjata dan fokus pada perang melawan QSD dan Militer Suriah, tanpa menyebutkan tindakan HTS yang menjadi penyebab kritik tersebut.

Pecah Kongsi di Kalangan Oposisi Takfiri

Keengganan Pasukan Gabungan untuk mengkritik HTS menunjukkan adanya perpecahan yang semakin dalam di antara kelompok-kelompok bersenjata oposisi. Persaingan untuk meraih keuntungan pribadi, terutama terkait dengan rampasan perang dan pengaruh atas wilayah yang dikuasai, semakin menajam. Ketidaksetujuan ini tidak hanya mengancam persatuan di kalangan oposisi, tetapi juga melemahkan posisi mereka dalam menghadapi musuh bersama, dengan fokus mereka yang mulai teralihkan dari tujuan utama mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *