Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Taktik Baru Perlawanan Palestina di Jabaliya

Perlawanan Palestina Gunakan Taktik Baru di Jabaliya

POROS PERLAWANAN – Harian Yedioth Ahronoth dalam laporannya menyatakan, Perlawanan Palestina di Jabaliya di utara Gaza menggunakan taktik baru untuk menghadapi Militer Israel. Taktik baru itu adalah mengorganisasi kelompok-kelompok pejuang berdasarkan pembagian geografis.

Diberitakan Fars, Perlawanan Palestina di Jabaliya telah dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok bertanggung jawab atas sebuah area geografis tertentu. Kelompok-kelompok ini menyerang pasukan Militer Israel dengan RPG dan berbagai jenis bom, sehingga menyebabkan kerugian besar atas Israel.

Sejak 6 Oktober 2024, Rezim Zionis melancarkan operasi militer baru di utara Gaza, terutama di Jabaliya dan Bet Lahiya. Dalam koridor “Proyek para Jenderal”, Rezim Zionis berusaha memaksa para penduduk kawasan itu mengungsi, menghancurkan Perlawanan, dan mengosongkan kawasan itu sepenuhnya.

Oleh karena itu, Rezim Zionis secara rutin membombardir berbagai titik di kawasan tersebut. Israel juga menargetkan rumah sakit dan infrastruktur, serta mencegah masuknya bantuan pangan dan obat ke kawasan itu.

Pada Rabu 4 Desember kemarin, Jubir Kantor Pembela Sipil Gaza memperingatkan bahaya kematian yang mengancam puluhan ribu warga Palestina di utara Gaza.

“Rezim Pendudukan tengah melakukan pembersihan etnis di utara Gaza. Ini adalah fakta mengenaskan yang terjadi di Bet Lahiya dan berbagai kawasan di utara Gaza,” tandasnya.

Ia mengatakan, sebanyak 60 ribu warga di utara Gaza terancam oleh kematian. Ia memperingatkan kelangkaan obat dan makanan di kawasan itu serta menyatakan,”Warga utara Gaza sudah selama 60 hari tidak mendapatkan makanan layak dan air minum higienis. Rumah-rumah mereka juga sudah tidak bisa ditempati lagi.”

Mantan Menteri Perang Israel, Moshe Yaalon juga membenarkan bahwa Israel melakukan pembersihan etnis di Gaza. Pengakuan ini dikecam para petinggi Rezim Zionis, yang memaksa Yaalon menarik ucapannya.

Yaalon menyatakan,”Saya tidak akan mencabut statemen saya bahwa Militer Israel melakukan kejahatan perang di utara Gaza.”

“Pernyataan saya terkait pembersihan etnis di Gaza berdasarkan laporan sejumlah perwira (Israel) yang ditempatkan di kawasan tersebut,” tandasnya.

Pernyataan Yaalon bahwa Rezim Zionis melakukan pembersihan etnis di Gaza dikecam oleh Presiden Israel, Isaac Hertzog dan Menteri Keamanan Domestik, Itamar Ben-Gvir. Mereka menilai, pernyataan Yaalon itu “merusak citra Israel di mata dunia.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *