Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Penolakan Klaim Al Jazeera Terkait Masuknya Teroris ke Kota Hama, Suriah

POROS PERLAWANAN – Pertempuran sengit di utara Provinsi Hama hingga Kamis, 5 Desember terus berlanjut, sementara sumber-sumber Suriah melaporkan pengiriman besar-besaran perlengkapan kelompok-kelompok perlawanan ke area pertempuran.

Seminggu telah berlalu sejak serangan besar-besaran kelompok teroris Takfiri yang dipimpin oleh Hai’ah Tahrir al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Jabhah al-Nusra) ke provinsi Idlib, Aleppo, dan Hama. Setelah menguasai seluruh Provinsi Idlib dan sebagian besar Aleppo, teroris berhasil menembus wilayah utara Hama sejak Senin.

Namun, Al Jazeera dan beberapa media yang mendukung oposisi mengklaim pada malam ini (Rabu malam) bahwa teroris Takfiri telah memasuki tiga distrik di Kota Hama, termasuk al-Mazab, Souq al-Ghanam, dan al-Sawa’iq di bagian timur kota tersebut.

Menanggapi laporan ini, Brigadir Jenderal Hussein Jum’ah, komandan kepolisian Hama, mengatakan kepada situs berita Watan Online, bahwa kota tersebut sepenuhnya aman dan tidak ada pertempuran di distrik mana pun.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (yang menentang pemerintah Damaskus) juga menyatakan bahwa elemen-elemen teroris hanya berada di sekitar Kota Hama dan belum memasuki distrik mana pun di kota tersebut.

Menurut sumber-sumber Suriah, pertempuran sengit terjadi sejak pagi hari di utara dan timur laut Provinsi Hama. Serangan udara intens oleh Rusia dan Suriah terus menghantam posisi serta jalur logistik teroris. Sementara itu, media pro-oposisi melaporkan bahwa beberapa desa di Provinsi Hama telah jatuh ke tangan teroris.

Seorang sumber militer Suriah mengatakan kepada jaringan al-Ikhbariya bahwa unit-unit militer Suriah bersama dengan angkatan udara telah menargetkan konsentrasi pasukan teroris di belakang garis depan serta konvoi mereka di semua jalur dengan artileri, rudal, dan pesawat tempur.

Sumber tersebut menambahkan, dalam 24 jam terakhir, sebanyak 300 teroris dari berbagai kebangsaan telah tewas dan lebih dari 15 drone teroris berhasil ditembak jatuh.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa lebih dari 100 teroris tewas dalam serangan udara mereka dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan terbaru, pertempuran sengit terjadi di belakang Bukit Jabal Zayn al-Abidin, sekitar 6 kilometer utara Kota Hama. Di timur laut Hama, pertempuran masih berlangsung di Desa al-Majdal, sekitar 14 kilometer dari kota tersebut.

Sementara media Arab dan Barat mengklaim bahwa kota kecil Khitab dan poros Muhardah di barat laut Hama telah jatuh ke tangan teroris, Al Mayadeen membantah dan menyebut bahwa pertempuran sengit masih berlangsung di wilayah tersebut.

Harian al-Watan Suriah juga melaporkan, pertahanan udara Suriah di Desa Ma’an berhasil mencegat dan menembak jatuh beberapa drone. Dalam waktu yang sama, pertempuran mematikan antara kedua pihak terus terjadi di poros ini.

Jaringan Al Mayadeen melaporkan, kelompok-kelompok perlawanan telah mengirimkan perlengkapan besar-besaran ke berbagai poros pertempuran di Provinsi Hama, dan lebih banyak perlengkapan sedang dalam perjalanan menurut sumber lapangan.

Namun, operasi pusat kelompok Hai’ah Tahrir al-Sham mengklaim bahwa mereka telah menguasai beberapa desa di barat dan timur Hama. Menurut klaim kelompok tersebut, dua desa di barat laut Hama, jalan raya Atsriya-Khanasir antara Provinsi Aleppo dan Hama, serta Desa al-Mubarakat di timur Hama telah jatuh ke tangan mereka.

Di sisi lain, Sputnik merilis video seorang ahli drone Rusia di Suriah yang mengatakan, teroris jelas-jelas telah dilatih oleh perwira Ukraina.

Ahli tersebut menyatakan, “Saya bisa memastikan 100 persen bahwa elemen-elemen bersenjata telah dilatih oleh para ahli dan pelatih asing. Saya pernah berada di area operasi khusus [di Ukraina] dan melihat bagaimana drone bekerja di sana.”

Dia menambahkan, “Setelah saya tiba di sini, saya melihat elemen-elemen bersenjata menggunakan taktik yang sama seperti di Ukraina. Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa mereka telah menerima pelatihan dari pasukan khusus Ukraina di Idlib.”

Menurutnya, teroris menggunakan drone bunuh diri pada malam hari, menunjukkan bahwa mereka memiliki peralatan penglihatan malam yang canggih.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *