Tanggapi Statemen Tahrir al-Sham, Kataib Hizbullah Irak: Suriah Sangat Penting Bagi Kami
POROS PERLAWANAN – Jubir Kataib Hizbullah Irak, Jafar al-Husaini pada Kamis malam 5 Desember merespons pernyataan Pemimpin Tahrir al-Sham, Mohammad al-Jolani, yang berkata bahwa krisis Suriah tidak akan merembet ke Irak.
“Kau harus tahu betapa pentingnya Suriah untuk Irak dan Umat Islam, baik di masa kini atau masa depan,” kata al-Husanii, diberitakan al-Alam.
“Kekuatan kami akan menggerus kalian, para antek, dan pendukung asing kalian.”
“Kami tahu bahwa kelompok teroris ini telah bersepakat dengan Rezim Zionis untuk menyerang rakyat Suriah dan Poros Perlawanan.”
Al-Jolani baru-baru ini mengeklaim bahwa Irak tidak perlu mencemaskan perkembangan di Suriah. Ia mengatakan,”Kami melihat banyak delusi dari sejumlah politisi Irak. Mereka menyangka bahwa apa yang tengah terjadi di Suriah akan menjalar ke Irak. Saya katakan dengan tegas bahwa ini keliru seratus persen.”
PM Irak, Muhammad al-Sudani dalam kontak via telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini menegaskan,’Irak tidak hanya akan menjadi penonton dampak-dampak berbahaya dari situasi di Suriah.”
“Di masa lalu, Irak telah banyak dirugikan oleh terorisme dan efek berkuasanya kelompok-kelompok ekstremis atas wilayah-wilayah Suriah. Irak tidak akan membiarkan hal tersebut terulang lagi.”
Al-Sudani menegaskan pentingnya menghormati keutuhan dan kedaulatan Suriah. Ia menegaskan, Baghdad akan mengerahkan segala upaya untuk menjaga keamanan negaranya dan Suriah.
Dalam wawancara dengan al-Arabi al-Jadid, dua faksi Perlawanan Irak mengumumkan kesiapan mereka dikirim ke Suriah. Jubir Kataib Sayyid al-Syuhada Irak, Kadhim Fartusi dalam wawancara dengan al-Arabi al-Jadid mengatakan,”Apa yang terjadi di Suriah dilakukan dengan instruksi AS-Israel. Ini adalah versi baru untuk mengepung Hizbullah di Lebanon. Sebab itu, kami tidak akan hanya jadi penonton.”
“Irak adalah negara pertama yang akan dirugikan oleh apa yang sedang terjadi di Suriah. Kami tidak menepis kemungkinan partisipasi kmebali dalam perang Suriah. Di tahun-tahun sebelumnya, kami pernah bertempur di Suriah, bukan untuk membela Pemerintahan, tapi demi melindungi Poros Perlawanan dan jalur utama pasokan yang menghubungkan Lebanon, Irak, Iran, dan Suriah.”
Komandan faksi Ansharullah al-Wufaya, Ali Fatlawi mengatakan,”Dari sisi keamanan, Irak akan terdampak perkembangan apa pun di Suriah. Buktinya adalah apa yang terjadi di tahun-tahun lalu. Meski kondisi keamanan Irak berbeda dengan tahun 2014, namun bahaya masih tetap mengancam.”
“Sebab itu, pengiriman faksi-faksi Irak ke Suriah dalam waktu dekat sangat mungkin dilakukan. Dari segala aspek, mereka siap untuk misi perang ini. Irak adalah bagian utama dari Poros Perlawanan yang mencakup Iran, Suriah, Yaman, dan Lebanon,” kata Fatlawi kepada al-Arabi al-Jadid.
