Syekh Naim Qasim: Hizbullah Bakal Penuhi Janji Rekonstruksi Rumah Warga Lebanon yang Hancur
POROS PERLAWANAN – Dalam pidato pada Kamis 5 Desember, Sekjen Hizbullah, Syekh Naim Qasim menyatakan, Israel berencana menggempur Perlawanan dan melenyapkannya dengan agresi biadabnya, namun mereka dikejutkan dengan Perang Ulil Ba’s.
“Kita melalui 64 hari dengan berkorban, menderita, serta mempersembahkan syuhada dan korban luka dengan penuh kesabaran dan tawakal,” kata Syekh Qasim, Fars melaporkan.
“Ada tiga faktor utama yang berkaitan dengan kemenangan ilahi dalam perang ini. Pertama adalah keberadaan dan keteguhan para pejuang perindu syahadah di medan. Kedua adalah darah syuhada, terutama Syahid Sayyid Hasan Nasrallah, yang memberikan energi kepada para pejuang untuk melanjutkan jalan ini. Ketiga adalah Perlawanan telah memulihkan diri, dan hal ini berperan penting dalam memanajemen Perang Ulil Ba’s.”
“Kita menyetujui perjanjian untuk menghentikan agresi, yang merupakan mekanisme praktis Resolusi 1701 yang masih berlaku dan bukan sebuah kesepakatan baru. Kesepakatan yang kita setujui adalah kesepakatan untuk selatan sungai Litani. Poin-poin di Resolusi 1701 memiliki mekanisme-mekanismenya sendiri. Di antaranya adalah Lebanon harus mengambil kembali perbatasannya dalam rentang waktu tertentu.”
“Israel melanggar gencatan senjata lebih dari 60 kali. Kami memandang Pemerintah Lebanon bertanggung jawab untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran ini bersama Komite Pengawas Gencatan Senjata.”
“Kami berterima kasih kepada Republik Islam Iran, Imam Khamenei, Pemerintah, rakyat Iran, dan IRGC. Mereka telah memberikan bantuan yang sangat murah hati ini kepada para pengungsi Lebanon. Saya secara khusus berterima kasih kepada Iran yang telah mengirim bantuan uang untuk para pengungsi.”
“Kami juga berterima kasih kepada Republik Irak, marji’, dan rakyat Irak atas bantuan finansial mereka. Kami juga mengapresiasi dukungan Yaman, Pemimpinnya, dan Ansharullah.”
“Pemerintah Lebanon ingin mengangkat reruntuhan, memeriksa infrastruktur, dan menyusun program terkait biaya rekonstruksi rumah-rumah yang hancur. Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Lebanon. Di sisi lain, Pemerintah Lebanon juga mesti menampakkan partisipasi negara-negara sahabat.”
“Tahap pemberian tempat tinggal dan rekonstruksi adalah janji Sayyid Nasrallah. Ini adalah sebuah komitmen dari kami. Siapa pun yang rumahnya hancur total, selama satu tahun akan menerima 14 ribu Dolar jika ia tinggal di Beirut. Jika ia tinggal di luar Beirut, ia akan menerima 12 ribu Dolar.”
Sehubungan dengan perkembangan Suriah, Sekjen Hizbullah menyatakan,”Agresi ke Suriah dilakukan dengan pengawasan AS-Israel usai kekalahan mereka di Gaza dan kegagalan untuk membuat Suriah bersikap netral. Sebagai Hizbullah, kita akan tetap berada di sisi Suriah demi menggagalkan tujuan-tujuan agresi.”
Ditujukan kepada negara-negara Arab, Syekh Qasim mengatakan,”Ketahuilah bahwa kemenangan apa pun bagi Israel sama saja dengan kekalahan bagi kalian, bukan bagi Palestina, Suriah, dan Lebanon. Hal-hal ini akan terefleksi di negara-negara kalian.”
“Kita berhadapan dengan proyek ekspansi berbahaya Israel. Saya minta dari kalian untuk mendukung Perlawanan dalam menghadapi Israel.”
“Kelompok-kelompok Takfiri ingin Suriah berubah dari pihak pendukung Perlawanan menjadi pihak yang melayani Israel,” tegasnya.
