Loading

Ketik untuk mencari

Suriah Yaman

Pemimpin Ansharullah: Setelah Suriah, Giliran Negara-negara Lain yang Bakal Diinvasi Israel

Pemimpin Ansharullah: Setelah Suriah, Giliran Negara-negara Lain yang Bakal Diinvasi Israel

POROS PERLAWANAN – Sayyid Abdulmalik al-Houthi menyatakan, jatuhnya Pemerintahan Bashar Assad dianggap Israel sebagai kesempatan untuk mengakhiri kesepakatan larangan agresi dan membuat peluang untuk menyerang bangsa-bangsa lain, termasuk negara-negara sekitar Palestina di Syam, Mesir dan Mesir.

“Rezim Zionis mengincar kawasan-kawasan sekitar Palestina. Hal ini tercermin dalam kurikulum pendidikan dan media, begitu pula program politik dan konspirasi gabungan dengan AS. Netanyahu memandang jatuhnya Pemerintahan Suriah sebagai peluang baru untuk Israel. Peluang-peluang tersebut kini sudah tersedia di depan mata,” kata al-Houthi pada Kamis 12 Desember, Fars melaporkan.

“Rezim Zionis berencana menduduki negara-negara lain. Israel berusaha menciptakan kesempatan dan kondisi yang sesuai untuk mewujudkan rencana-rencananya.”

Al-Houthi menyoroti kehadiran AS di Suriah dan konsentrasinya terhadap sumber-sumber minyak negara tersebut. Ia menegaskan, AS secara terang-terangan berniat menjarah minyak Suriah.

Pemimpin Ansharullah menyungkap tujuan-tujuan Israel di Suriah dan negara-negara lain, yaitu merampas kebebasan, kemerdekaan, hak, dan kekayaan negara-negara di Kawasan.

“Awalnya Israel berupaya menciptakan sebuah perimbangan di Suriah dan setelah itu menuju ke kawasan-kawasan lain. Perimbangan tersebut dilandasi prinsip pembatasan kekuatan militer negara-negara Kawasan di level tertentu demi menjamin keunggulan militer Israel.”

“Tujuan Israel adalah mengubah bangsa-bangsa Kawasan menjadi ‘kawanan domba yang tak bisa membela diri.’ Rezim Zionis bahkan berniat menempatkan bangsa-bangsa Kawasan lebih rendah dari binatang, sebab binatang masih membela diri ketika diserang.”

Al-Houthi lalu mengkritik kelompok-kelompok teroris penguasa Suriah yang tidak bereaksi sedikit pun terhadap agresi dan ancaman Israel.

Ia lalu mengungkit permusuhan para teroris di Suriah terhadap Iran. Meski begitu, Israel tetap saja menyerang Suriah. Sebelum terjadinya Revolusi Islam dan kehadiran Iran di Suriah, Israel juga pernah menyerang negara itu dan membunuh ribuan warganya.

“Orang-orang Yahudi berniat mendirikan Israel Raya, yang mencakup Suriah, sebagian Irak, Mesir, dan Saudi,” kata al-Houthi.

Ia menyatakan, pembicaraan AS-Israel tentang mengubah peta Timteng adalah tanda konspirasi gabungan mereka dalam menargetkan berbagai bangsa dan negara di Kawasan.

“Fondasi utama konspirasi ini adalah mengubah negara-negara Kawasan menjadi negeri yang bisa dijarah oleh Israel-AS dan menjadikan mereka tunduk di hadapan Washington-Tel Aviv,” tegas al-Houthi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *