Kehancuran Kaum Yahudi: Janji Ilahi yang Tak Terelakkan
POROS PERLAWANAN – Sejarah telah menjadi saksi tak terbantahkan bahwa kezaliman tidak pernah membawa kejayaan. Dari ambisi kejam Kekaisaran Mongol hingga kehancuran Hitler dan runtuhnya Kekhalifahan Utsmaniyah, hukum alam dan keadilan Ilahi selalu menegakkan kebenaran atas kekejaman. Di antara semua pelaku kejahatan sejarah, kaum Yahudi, yang tercatat sebagai simbol kezaliman dan pengkhianatan, menempati tempat khusus sebagai kaum yang paling sering dihancurkan—sebuah peringatan akan janji Ilahi yang tak terhindarkan.
Kaum Yahudi: Dari Pembangkangan hingga Kezaliman Tanpa Akhir
Kaum Bani Israil, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, adalah bangsa yang keras kepala dan sering membangkang terhadap perintah Allah. Mereka bahkan tak segan membunuh para nabi yang diutus kepada mereka. Dalam Surah Al-Maidah ayat 68, Allah menegaskan: “Apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka.”
Sejarah mencatat banyak episode kelam kaum ini, termasuk pemberontakan besar mereka melawan Kekaisaran Romawi pada abad pertama dan kedua Masehi. Yerusalem hancur lebur, dan mereka diusir dari tanah yang mereka klaim sebagai milik mereka. Namun, bukannya mengambil pelajaran dari kehancuran itu, mereka terus menyulut permusuhan di mana pun mereka berada.
Zionisme: Wajah Baru dari Kekejaman Lama
Hari ini, Zionisme menjadi representasi modern dari kezaliman kaum Yahudi. Dunia menyaksikan dengan ngeri bagaimana mereka membantai ribuan orang tak bersalah di Gaza. Dalam kurang dari setahun, lebih dari 50 ribu nyawa telah direnggut oleh kekejaman rezim Zionis. Namun, sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 64: “Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Klaim Zionis sebagai penguasa yang tak terkalahkan hanyalah ilusi. Mereka terjebak dalam siklus kekerasan yang akhirnya membawa mereka pada kehancuran.
Kekalahan Para Penindas: Sejarah yang Terulang
Sejarah mencatat kehancuran besar atas bangsa-bangsa yang berdiri di atas kezaliman. Kekaisaran Mongol, yang sempat menjadi imperium terbesar dunia, runtuh hanya dalam waktu dua abad, meskipun mereka telah membantai jutaan manusia. Hitler, dengan ambisi gilanya, memulai Perang Dunia II dan menyebabkan kematian lebih dari 80 juta jiwa, namun ia berakhir dengan kekalahan memalukan.
Kaum Yahudi pun tidak akan berbeda. Allah memastikan dalam QS. Ali Imran ayat 112: “Kehinaan ditimpakan kepada mereka di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.”
Janji Ilahi: Akhir yang Pasti bagi Kezaliman
Zionisme hanyalah fase terakhir dari sejarah panjang kejahatan kaum Yahudi yang berulang kali gagal mencapai dominasi sejati. Dalam Surah Al-Isra ayat 5, Allah berfirman: “Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.”
Kaum Yahudi mungkin terus melanjutkan kejahatannya, tetapi janji Allah adalah mutlak. Sejarah telah menunjukkan, dan akan terus membuktikan, bahwa kezaliman mereka hanya akan membawanya pada kehinaan, kebencian, dan kehancuran. Seperti kekuatan jahat lainnya, mereka akan berakhir di bawah runtuhan kebiadaban yang mereka ciptakan sendiri.
