Al-Jolani Sengaja Biarkan Jet Tempur Israel Hancurkan Damaskus
POROS PERLAWANAN – Jet tempur Israel dilaporkan kembali melakukan serangan udara di kawasan Zainabiya, pinggiran Damaskus, Suriah. Menurut laporan dari Kantor berita Tasnimnews, serangan tersebut terjadi pada dini hari Selasa 17 Desember, menambah deretan serangan yang telah dilakukan Israel dalam beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, belum ada informasi rinci mengenai jumlah korban jiwa atau kerugian yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. Beberapa saat setelah serangan pertama, kawasan tersebut kembali menjadi target serangan, dan laporan dari Homs menyebutkan terdengar suara ledakan besar di wilayah tersebut.
Markas Militer Suriah Jadi Target Serangan
Sumber tepercaya menyebutkan bahwa target utama serangan udara Israel adalah markas Divisi Keempat Tentara Suriah dan Batalion Radar yang terletak di kota kecil Al-Ruhaybah, di wilayah Damaskus.
Serangan ini terjadi hanya beberapa saat setelah pemimpin kelompok teroris Tahrir Al-Sham, Abu Muhammad Al-Jolani memberikan pernyataan kepada The Times. Dalam wawancara tersebut, Al-Jolani menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan wilayah Suriah digunakan sebagai basis untuk menyerang Israel.
Al-Jolani juga meminta Israel untuk segera menghentikan serangan udaranya ke Suriah dan menarik pasukannya dari wilayah yang telah mereka kuasai.
Serangan Israel Intensif Selama Sembilan Hari Terakhir
Dalam sembilan hari terakhir, Israel dilaporkan telah melakukan lebih dari 500 serangan udara ke wilayah Suriah. Serangan ini menargetkan fasilitas, peralatan militer, serta infrastruktur pertahanan Suriah. Intensitas serangan ini dianggap belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah konflik Israel-Suriah.
Serangan ini terjadi di tengah pasifnya respons pemerintahan baru Suriah dan minimnya kecaman dari negara-negara Barat maupun sekutu regionalnya.
Peningkatan eskalasi ini menggarisbawahi ketegangan yang terus meningkat di Kawasan, dengan Israel terus melancarkan serangan udara meskipun ada komitmen dari pihak bersenjata yang berkuasa di Suriah untuk tidak menjadikan wilayahnya sebagai basis serangan ke Palestina yang Diduduki.
